oleh

Diduga Terima Suap Kasus DAK, Oknum Jaksa Pengawas di Copot Kejagung

MAKASSAR, INIKATA.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya mencopot salah satu jaksa pegawas nakal di Kejati Sulsel, berinisial WT, sebagai Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Selasa (1/10/2019). Ia dicopot lantaran diduga terlibat skandal suap.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar mengatakan, pencopotan ini merupakan bukti kejaksaan sebagai instansi penegak hukum tidak pandang bulu dalam menjalankan amanah.

“Kan teman-teman wartawan sudah melihat penindakannya sudah dilaksanakan, dia langsung dibebastugaskan, jabatannya dicopot sebagai asisten pengawasan,” ujarnya.

Firdaus menambahkan, Kejati Sulsel dibawah kepemimpinannya akan selalu siap dalam menerima apapun bentuk kritikan dari masyarakat, untuk dijadikan bahan agar lebih baik lagi melaksanakan penegakan hukum.

“Pemeriksaannya (Wito) juga fair karena dilakukan oleh pusat (Kejagung) dan memutuskan kepada yang bersangkutan untuk dibebastugaskan dari posisinya,” ungkapnya.

“Apa yang dilakukan Kejagung ini perlu mendapat apresiasi dan dukungan. Mudah-mudahan Kejati dan jajarannya dapat lebih baik lagi sehingga meraih kepercayaan publik dan pelaksanaan tugas pokok fungsi penuntutan pidana dapat dilaksanakan tepat waktu atau ada kepastian,” tambahnya.

Ia juga meminta dukungan kepada masyarakat khususnya di Sulsel, agar keadilan bisa tetap berbanding lurus dengan kearifan lokal.

Diberitakan sebelumnya, tim Jaksa Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan lantaran Wito disinyalir telah meminta dan menerima uang Rp 500 juta untuk menghentikan penanganan kasus yang tengah bergulir di tahap penyidikan.

Informasi yang dihimpun, uang tersebut untuk mengamankan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare tahun 2016 sebesar Rp40 miliar.

Bahkan, dia juga diduga menerima uang untuk mengamankan kasus korupsi alat kesehatan (alkes) pada pengadaan obat, alat dan bahan habis pakai pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare tahun 2015. (Anca)

Komentar

Topik Terkait