oleh

Deadline Liga 1 Pada 22 Desember Sulit Terpenuhi, ini Sebabnya

INIKATA.com – Deadline Liga 1 pada 22 Desember 2019, tampaknya, akan sulit terpenuhi. Sebab, banyak pertandingan ditunda.

Yang paling baru adalah Persija Jakarta melawan Borneo FC dan PSM Makassar melawan Persipura Jayapura.

Alasan penundaan juga seragam: tidak mendapat izin pertandingan dari kepolisian.

Situasi Indonesia yang sedang rawan konflik, baik karena adanya demo maupun kerusuhan di berbagai daerah, menjadi penyebab penundaan tersebut.

Liga 1

PT LIB selaku operator kompetisi pun dipusingkan oleh banyaknya laga tunda itu.

Seperti yang dikatakan Public and Relation Manager LIB Hanif Marjuni kepada Jawa Pos kemarin (3/10).

Penundaan yang terjadi membuat pihaknya kian sulit menentukan jadwal baru.

Sebab, jadwal baru tersebut akan bertabrakan dengan tiga agenda internasional dalam tiga bulan terakhir ini.

Yakni, kualifikasi Piala Dunia 2022, SEA Games 2019, serta kualifikasi Piala AFC U-19.

Selain itu, pihak keamanan belum bisa memberikan jaminan apakah laga-laga dalam jadwal baru bakal ada izinnya.

Hanif menuturkan, opsi memainkan pertandingan tunda di FIFA Matchday memang paling tepat.

Deadline 22 Desember 2019

‘’Tapi, kami harus berkoordinasi dengan PSSI dulu. Harus bicara dan duduk bersama dengan para peserta Liga 1 juga,’’ ungkapnya.

Untuk PSM, itu merupakan penundaan pertama musim ini di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, pada Liga 1.

Menurut Humas PSM Sulaiman Karim, pihaknya menerima alasan penudaan dari kepolisian.

Yakni, pihak keamanan masih berfokus mengamankan berbagai demo yang ada saat ini.

’’Ya hal tersebut jadi otoritas pihak keamanan. Kami menerimanya,’’ katanya.

Dia mengatakan, Polda Sulawesi Selatan tidak mau nanti terganggu dalam mengamankan Makassar dari beberapa peristiwa akhir-akhir ini.

Apalagi, pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019–2024 dilaksanakan akhir bulan ini.

Tentu ditakutkan akan terjadi demo besar di beberapa daerah, termasuk Makassar.

Jika PSM kali pertama, beda lagi dengan Persija. Macan Kemayoran –julukan Persija– lebih miris.

Sebab, penundaan pertandingan melawan Borneo FC merupakan kali kedua yang terjadi pekan ini.

Sebelumnya, laga kandang Persija yang rencananya dilaksanakan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, juga ditunda. Yakni melawan Persela Lamongan pada 2 Oktober lalu.

Saat itu pihak kepolisian tidak memberikan izin karena akan ada demo besar yang dilakukan buruh pada hari pertandingan.

Masalahnya, pada 6 Oktober mendatang, alasan kepolisian tidak memberikan izin pertandingan hanyalah faktor keamanan.

Persija harus mencari opsi lain untuk menggelar pertandingan-pertandingan kandang selanjutnya.

Yang paling dekat adalah melawan Semen Padang pada 16 Oktober mendatang. Mungkin opsi untuk bermain di luar Jakarta bisa dipakai.

Opsi itu seperti dilakukan Persipura Jayapura. Situasi Papua yang tidak stabil membuat mereka harus menjadi ’’musafir’’ untuk sementara di Liga 1.

Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pun dijadikan kandang sementara Mutiara Hitam.

CEO Persija Ferry Paulus tidak mau berkomentar banyak mengenai penundaan atau opsi-opsi lainnya.

Dia hanya menyayangkan laga melawan Borneo FC ditunda.

’’Untuk selanjutnya, kami menyerahkan penjadwalan baru kepada LIB,’’ ujarnya. (IK/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait