oleh

Persebaya vc Borneo FC, Perjuangan Mengakhiri Rentetan Hasil Seri?

INIKATA.com – Kapan kali terakhir Persebaya Surabaya menang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya ? Lumayan lama. Tepatnya 2 Agustus lalu.

Ketika itu tim berjuluk Green Force tersebut menang atas Persipura Jayapura.

Setelah kemenangan itu, Persebaya melewati tiga laga kandang dengan hasil seri.

Total, dari sepuluh laga di GBT musim ini, Persebaya baru menang tiga kali dan sisanya berakhir seri.

Sulitnya Ruben Sanadi dkk meraih kemenangan di laga kandang memang menimbulkan pertanyaan.

Serasa ada beban yang begitu berat menindih pemain Persebaya saat bermain di GBT.

Persebaya vc Borneo FC

Mereka seolah takut salah dan takut kalah setiap main di Surabaya. Permainan mereka pun menjadi tidak lepas.

”Secara hasil (di laga kandang, red) memang tidak memuaskan,” kata manajer Persebaya Candra Wahyudi.

”Dari awal kami menargetkan sapu bersih di kandang. Tapi, kalau lihat statistik, ini lebih baik dari musim lalu. Namun, catatan ini memang harus diperbaiki,” papar pria asal Bojonegoro itu.

Itu artinya, Persebaya harus mengakhiri rentetan hasil seri di kandang sendiri. Persebaya harus mengobati kerinduan Bonek yang haus kemenangan di laga kandang.

Dan, momentumnya adalah, saat Green Force menjamu Borneo FC di GBT malam nanti.

”Dari sisi teknis sudah dilakukan perbaikan. Dari sisi manajemen kami terus kuatkan mental pemain. Kami tekankan bahwa main di Surabaya jangan jadi beban, tapi itu harus dijadikan motivasi,” papar Candra.

Optimisme makin membuncah lantaran Persebaya bisa mempecundangi Borneo FC di markasnya pada putaran pertama lalu.

Jika di kandang tim berjuluk Pesut Etam itu saja bisa menang, seharusnya Persebaya mampu menang di rumah sendiri.

”Insya Allah. Apapun kondisi yang kami alami, kami harus hadapi Borneo dengan permainan terbaik. Sebab, kami menginginkan kemenangan,” timpal pelatih Persebaya Wolfgang Pikal.

Liga 1 2019

Disebutkan Pikal, kondisi Persebaya memang kurang ideal saat menjamu Borneo FC.

Persebaya kehilangan Diogo Campos yang absen karena akumulasi kartu. Selain itu, di posisi winger hanya Oktafianus Fernando yang kondisinya prima.

Osvaldo Haay cedera dan Irfan Jaya belum pulih seratus persen. Rachmat Irianto juga absen karena harus membela timnas U-23.

Sementara itu, lini pertahanan harus kehilangan Hansamu Yama yang membela timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Bintang muda M. Supriadi juga tak bisa masuk line up karena membela timnas U-19.

”Tentu saja ditinggal banyak pemain akan memberikan pengaruh. Namun, tim pelatih sudah menyiapkan komposisi terbaik untuk laga besok,” ujar asisten pelatih Persebaya Miftahul Hadi.

Sejatinya, Borneo FC juga menghadapi krisis amunisi. Mereka tak bisa menyertakan Nadeo Argawinata (kiper) dan Lerby Eliandry (penyerang).

Keduanya harus tampil bersama timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Namun, Borneo datang dengan spirit revans. Sekaligus, menjaga posisi di papan atas.

”Kami semua sepakat untuk mencuri poin di Surabaya. Dan kami sangat serius untuk merealisasikannya. Karena itu, kami datang ke Surabaya lebih awal. Sejak empat hari lalu,” tegas Asisten Pelatih Borneo FC Charis Yulianto saat jumpa pers kemarin siang (10/10). (IK/Jawaposp)

Komentar

Topik Terkait