oleh

Khofifah Minta Dilakukan Water Bombing Atasi Kahutla

SURABAYA, INIKATA.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di gunung Arjuno Welirang, mengundang perhatian Pemprov Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bahkan meminta bantuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan pemadaman melalui udara (water bombing) unuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut.

“Kami sudah mengirim surat dan kordinasi langsung dengan Kepala BNPB untuk meminta bantuan water bombing mengatasi karhutla di kawasan Gunung Arjuno Welirang mengingat area terdampak karhutlanya cukup curam,” tandasnya.

Kata dia, helikopter untuk water bombing yang sedang digunakan di Jawa Barat untuk memadamkan karhutla di Gunung Malabar, akan dikirim ke Jawa Timur.

Mantan mensos ini mengatakan, pemadaman karhutla melalui teknik water bombing ini sangat diperlukan mengingat medan yang cukup berat dan titik lokasi kebakaran hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih lima jam.

Selain itu, cuaca juga kurang mendukung dimana angin bertiup sangat kencang.

“Namun dengan ketinggian dan medan tebing curam 60 derajat ditambah angin kencang, sudah empat hari ini tidak membuahkan hasil,” terangnya.

Untuk efektivitas serta efisiensi dan mencegah karhutla semakin meluas, teknik water bombing ini sangat mendesak kita perlukan.

Penanganan karhutla Gunung Arjuno Welirang ini sendiri, sambung Khofifah dilakukan lintas kabupaten.

Untuk penanganan darurat saat ini telah diterbitkan surat pernyataan tanggap darurat bencana kebakaran hutan oleh Pemkab Mojokerto dan segera menyusul surat pernyataan dari Pemkab Malang, Pemkot Batu dan Pemkab Pasuruan.

”Surat pernyataan tanggap darurat ini sebagai salah satu prosedur dilakukannya water bombing,” tutupnya. (Three)

Komentar

Topik Terkait