oleh

Kuasa Hukum Jurnalis Makassar Korban Kekerasan Ajukan Surat Keberatan, Ini Alasannya

MAKASSAR, INIKATA.com – Tim Kuasa Hukum jurnalis Makassar korban kekerasanan aparat kepolisian saat aksi mahasiswa keberatan dengan keputusan kepolisan dalam proses penyidikan kasus tersebut.

Tim hukum Jurnalis Makassar yang tergabung LBH Pers Makassar, resmi melayangkan surat klarifikasi dan keberatan atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Laporan dugaan Pelanggaran etik dan disiplin sebagaimana pada  Laporan polisi Nomor : LP/54-B/IX/2019/Subbag yanduan tanggal 26 September 2019 yang dikeluarkan oleh Bidpropam polda Sulsel.

Surat dari LBH pers nomor 02/LBH pers-Mks/X/2019 tertanggal 21 Oktober 2019 yang ditujukan ke Bidpropam Polda Sulsel dan ditembuskan Kepada Polda Sulsel, Irwasum Polda.

“Selain itu, surat juga ditembuskan kepada kepala Polisi RI, Divisi Propam Mabes Polri, Kompolnas, Komnas HA, Dewan Pers dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK),” ujar Tim Penasehat Hukum, Fajriani Langgeng, Senin (21/10/2019).

Beberpa poin yang tertuang dalam surat tersebut yakni, meminta penjelasan atas tidak dimasukannya oknum anggota polisi berinisial GR sebagai terperiksa pemukulan jurnalis. Padahal berdasarkan keterangan korban dan bukti foto dan video jelas keterlibatan oknum polisi berinisial GR tersebut.

‌LBH Pers Makassar kata dia, juga meminta kepada Bidpropam Polda Sulsel untuk tetap melanjutkan proses etik dan disiplin tanpa menunggu proses pidanya. Hal itu didasarkan pada ketentua PP 2 Tahun 2003 pasal 12 (1) jo Perkaporli 14/2011 pasal 28 ayat (2) yang intinya menyatakan “sanksi etik dan disiplin tidak menghilangkan Tuntutan Pidana,”

“Oleh karenanya tdak ada alasan hukum untuk menunda proses yang dimaksud. LBH Pers Makassar meminta kepada pihak Polda Sulsel agar proses penegakan hukum secara transparan dan akuntabel,” tegas Fajri.

‌Lebih lanjut, Fajri menyebutkan, LBH Pers Makassar juga meninta pihak Polda Sulsel untuk melakukan audit investigasi guna menemukan kebenaran peristiwa dan pelaku oknum polisi terduga pelanggar. (Anca)

Komentar

Topik Terkait