oleh

Bikin Bangga! Atlet Wushu Putra Indonesia Berhasil Jadi Juara Dunia 2019

INIKATA.com – Indonesia tidak perlu risau dengan prestasi wushu di SEA Games 2019 Filipina nanti. Dengan Lindswell Kwok pensiun dan Juwita Niza Wazni mengalami cedera, sektor putri memang sulit menghasilkan medali. Namun, setidaknya kita punya harapan dari sektor putra. Edgar Xavier Marvelo sukses meraih emas nomor changquan di Kejuaraan Dunia 2019 di Shanghai, Tiongkok, Senin malam lalu (21/10).

Capaian Edgar dilengkapi Harris Horatius yang meraih perunggu dari nomor nangun kemarin. Mereka yang bakal menjadi tulang punggung Indonesia mempertahankan tradisi emas di SEA Games bulan depan.

Dalam event dua tahunan itu, PB Wushu Indonesia (WI) memasang target minimal dua emas.

’’Harapannya, semoga di SEA Games nanti mereka bisa mempertahankan performa,’’ jelas Sekjen PB WI Ngatino. ’’Mestinya peluang lebih besar karena nggak ada negara kuat seperti Tiongkok kan. Mungkin ada Singapura yang juga bagus dan tuan rumah Filipina,’’ imbuhnya.

Dalam kejuaraan yang digelar di Minhang Gymnasium, Shanghai, itu, Edgar tampil prima dan nyaris sempurna. Dia memperoleh nilai tertinggi dari 88 peserta, yakni 9,663. Dia mengungguli Weng Son Wing (Malaysia) yang memperoleh skor 9,656 dan Lee Ha-sung (Korea Selatan) dengan skor 9,643.

’’Yang dicapai Edgar luar biasa. Soalnya persaingannya ketat. Tidak diduga juga. Lawannya saja ada 87 orang untuk nomor dia,’’ kata Ngatino.

Ya, prestasi Edgar memang mengejutkan. Sebab, sudah lama sektor putra Indonesia tidak menyumbang emas di kejuaraan dunia. Emas terakhir kita di ajang prestisius tersebut diraih Charles Sutanto pada nomor jianshu dan qiangshu di Jakarta pada 2015.

Tentu, ada faktor-faktor yang mendukung dirinya mampu meraih emas. Selain latihan keras di pelatnas, dia menyebut training camp di Tiongkok sebagai kunci sukses. Tim taolu Indonesia memang berada di Negeri Panda sejak awal September. Mereka berlatih bersama tim wushu Tiongkok di Nanjing. Menjelang pertandingan, barulah tim bertolak ke Shanghai.

’’Menjalani TC bersama tim wushu Tiongkok merupakan kesempatan luar biasa. Kita bisa mempelajari kemampuan mereka dan minta saran-saran serta bimbingan,’’ jelas atlet kelahiran Jakarta, 16 Desember 1998, tersebut.

Bagi Edgar pribadi, emas kali ini adalah obat yang ampuh atas kegagalan dua tahun lalu. Pada Kejuaraan Dunia 2017 di Kazan, Rusia, dia meraih perak nomor daoshu. Setelah event itu, Edgar lebih sering turun di nomor changquan.
Prestasi pewushu 20 tahun itu mulai menanjak. Tahun lalu dia sukses meraih perak Asian Games. (Jpc)

Komentar

Topik Terkait