oleh

Komunitas dan Kolaborasi Jadi Catatan Refleksi Peringatan Sumpah Pemuda di Sulsel

INIKATA.com – 91 tahun yang lalu pemuda Indonesia mengucap sumpah untuk menjadi bagian dari catatan sejarah bangsa Indonesia hari ini.

Kehadiran pemuda menjadi penggerak tersendiri lahirnya sebuah perubahan dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Kini, peran pemuda sangatlah diharapkan untuk dapat dengan cepat mengambil peran strategis dalam upaya turut serta dalam pembangunan negara.

Kehadiran pemuda di era digital saat ini menjadi sangatlah penting, diprediksikan di masa depan Indonesia akan diperhadapkan oleh bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif akan sangat dominan.

Apakah yang harus disiapkan pemuda dalam menatap era revolusi industri 4.0 menjadi tema dalah kegiatan fokus discussin group (FGD) refleksi Peringatan sumpah pemuda hari ini di Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Kegiatan FGD yang diprakarsai oleh PLUT KUMKM Sulsel Kolaborasi lintas organisasi yaitu AKUMANDIRI Sulsel, Makassar intepreneur, GKSP Indonesia, YESS dan KIND berlangsung di ruang Aula Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawsi selatan (28/10).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan H Abdul Malik Faisal dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini peran pemuda sangatlah penting, era revolusi Industri 4.0 bahkan 5.0 akan banyak menuntut peran strategi pemuda hampir diseluruh aspek kehidupan.

Menghadirikan bisnis tren kekinian sangatlah membutuhkan peran serta pemuda.

“Era revolusi industri 4.0 sampai 5.0 nantinya akan banyak menuntut peran pemuda, sekarang eranyami anak muda, hampir disemua aspek kehidupan, makanya kita harus dorong terus pemuda kita tidak hanya bersumpah tetapi bergerak menciptakan perubahan di masyarakat,” ujarnya, Senin (28/10).

Kata dia, Kegiatan ini dihadiri oleh 100 pemuda yang berasal dari berbagai komunitas dan kampus di makassar dan Antusiasme yang tinggi ditunjukkan para peserta.

“Selain FGD, kita juga turut hadirkan pembicara-pembicara yang sudah cukup dikenal sukses menjadi wirausaha di usia muda, mereka adalah Candra Mainset (CEO MEC Indonesia), Harianto Albar (Founder Entrepreneur Indonesia), Rahmat al Maarif (Founder Browchyl), Bachtiar Baso (Presiden GKSP Indonesia), Khaidir Khaliq (Owner Supermarket Londry), Winarni Ks (Foodfotografer) dan Ayuni (co founder Rumah Jamurku),” tuturnya.

Dari hasil kegiatan tersebut, Diharapan agar FGD ini menghasilkan rekomendasi kepada seluruh pihak untuk mengembangkan komunitas dan kolaborasi lintas komunitas dan organisasi untuk mengembangkan program-program pemberdayaan kepemudaan khususnya kewirausahaan pemuda dan pendidikan pemuda dalam mempersiapkan sumber daya pemuda yang unggul sehingga dapat menjadi penggerak perubahan besar dalam menciptakan Indonesia yang makmur dan sejahtera. (Nhn/Anca)

Komentar