oleh

Polisi Bongkar Home Industry Vape Mengandung Tembakau Gorilla

INIKATA.com – Home Industry pembuatan Vape atau rokok elektrik digerebek jajaran Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Parahnya, pembuatan Vape yang terletak di Apartemen Bellevue di daerah Cinere, Kota Depok, Jawa Barat ini, mengandung narkotika.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan home industry cairan Vape yang mengandung narkotika jenis tembakau Gorilla berawal dari penangkapan tersangka sebelumnya yakni tersangka AJ yang ditangkap beberapa waktu lalu.

“Kita bikin tim kemudian kita dapatkan pelaku berinisial YM pada 17 Oktober. Tersangka YM kita dapatkan handphone yang menunjukkan akan ada transaksi penjualan maupun pembelian. Kita tangkap dan dapat beberapa barang bukti,” ucap Kombes Argo Yuwono di Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Senin (28/10).

Selanjutnya penyidik melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka FF saat hendak mengirim cairan vape melalui jasa pengiriman barang di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan enam botol liquid yang sudah dikemas dan akan dikirim kepada pembelinya.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan terhadap kediaman tersangka FF di Apartemen Cinere Bellevue Tower A lantai 18, Kota Depok, Jawa Barat.

Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan alat-alat pembuatan narkotika berupa cairan vape yang mengandung tembakau Gorilla.

“Kita temukan beberapa botol liquid ada 253 botol liquid berisi 5 ml yang mengandung tembakau Gorilla. Kemudian 24 botol liquid besar berisi 100 ml dan beberapa botol kosong. Ada juga penutupnya dan timbangan. Dan beberapa alat-alat untuk membuatnya,” jelas Argo.

Tak berhenti disitu, penyidik kembali melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka PN yang merupakan dalang atau otak pembuatan cairan vape yang mengandung narkotika jenis tembakau Gorilla.

“Dari labfor sudah ada hasilnya yang menyatakan ini dilarang sesuai dengan UU 2/2017 tentang perubahan golongan narkotika,” kata Argo.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 112 Ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (rmol)

Komentar