oleh

Sempat Legah, Persebaya Kini Linglung Karena PSM Menolak

INIKATA.com–  Manajemen Persebaya Surabaya sempat lolos lega. Sebab, laga kontra PSM Makassar bisa dihelat di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu (2/11). Namun, kelegaan tersebut hanya sementara.

Penyebabnya, kemarin sakit PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk memutuskan pertandingan pada akhir pekan tersebut.

Alasannya, tim tamu menjawab bermain di Balikpapan. Kondisi sangat masuk akal. Sebab, skuad PSM tergantung di Surabaya sejak Rabu sore (30/10). Nah, setelah tahu laga digelar di Balikpapan, manajemen PSM mengirimkan surat kepada PT LIB. Petugas Media PSM Sulaiman Karim tak menampik hal itu. ” Persiapan tim kan jadi tidak maksimal, ” keluh Sulaiman kepada Jawa Pos.

Pemain sayap PSM M. Rahmat ikut mengeluhkan tempat pemindahan itu. Sejatinya, dia tak keberatan jika harus dipindah. Asalkan, venue di daerah Jawa Timur. Jadi, tim tidak perlu melakukan perjalanan jauh.

Di sisi lain, putaran itu membuat muntap manajemen Persebaya. Sekretaris Persebaya Ram Surahman sampai selesai berpikir. Sebab, izin dari Pemkot Balikpapan juga sudah turun. Namun, PT LIB memilih untuk memilih pertandingan tersebut. Kondisi darurat tak tertunda dengan hasil rapat darurat yang diumumkan tak tertunda pada pekan ke-23 dan ke-24. ” Kalau seperti ini ya, tim tidak jadi berangkat ke Balikpapan, ” sesal Ram.

Padahal, skuad Persebaya harus terbang ke Balikpapan pagi ini pukul 06.10 WIB. Karena pertandingan ditunda, Ramuan Agar agar Persebaya tidak dinyatakan kalah WO. Sebab, pihaknya sudah sangat siap menggelar laga di Stadion Batakan, Balikpapan.

” Semua sudah siap. Kami sudah sesuai trek . Kalau mau salahkan kami, ya tidak masuk akal. Sebab, laga sudah siap digelar, ” tegas pria asli Gresik itu. Ram berharap, ada ketegasan dari pihak PSSI. Sebab, Persebaya sudah melakukan persiapan yang sesuai dengan pertemuan darurat . ” Kami sudah siapkan segalanya sejak H-4 laga atau tanggal 30 (Oktober). Kami sesalkan ganti ini, ” tambah Ram.

Persebaya, lanjut Ram, sudah susah payah mencari tempat pertandingan . Awalnya, manajemen Green Force ingin tetap menggelar laga di Jawa Timur. Mereka sudah berkirim surat untuk menggelar pertandingan di beberapa stadion alternatif. Di meminjam, Stadion Surajaya, Lamongan; Stadion Gelora Delta Sidoarjo; Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik; dan Stadion Gelora Bangkalan.

Sayangnya, tidak ada izin yang keluar dari empat stadion tersebut. Manajemen Persebaya kemudian mencoba opsi bermain di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. ” Tapi, panpel sana (Bali, Red) trauma saat bertarung Persebaya lawan Persib, ” kata Ram.

Dalam laga tersebut, beberapa titik stadion rusak. Hal itu membuat manajemen Green Force mendapat opsi untuk bermain di Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Syaratnya, pertandingan digelar tanpa penonton. ” Kami sudah berbicara dengan CEO PSM (Munafri Arifuddin), tetapi ternyata tidak ada titik temu, ” terang Ram.

Bagaimana tanggapan PSSI? Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menyampaikan, pihaknya masih membahasnya. Departemen Kompetisi PSSI masih menggodoknya. ” Ya sabar, baru terima suratnya. Ini masih menarik untuk dicarikan solusinya, ” kata Gatot.(inikata/jpnn)

Komentar

Topik Terkait