oleh

Kemacetan Ibu Kota Jadi Peluang, Pengembang Pilih Bangun Apartemen TOD

INIKATA.com – Kemacetan ibu kota dan tingginya harga rumah di sekitar Jabobetabek, mendorong naiknya permintaan hunian apartemen yang mudah diakses dengan transportasi pubik.

Menangkap peluang itu, pengembang properti PT Hutama Anugrah Propertindo memulai pembangunan tower ketiga Serpong Ganden Aparement yang berlokasi di kawasan Cisauk – Serpong, Tangerang.

Direktur PT Hutama Anugrah Propertindo Stanislas Hartanto, mengatakan Serpong Garden Apartemen memulai pembangunan tower ketiga menyusul tingginya pemintaan hunian apartemen yang mudah diakses transportasi publik.

Pembangunan tower ketiga yang mulai dibangun diharapkan bisa diserahterimakan pada konsumen akhir 2021 atau awal 2022.

“Prosesi ground breaking ini sekaligus menunjukkan bukti komitmen kami kepada konsumen yang telah membeli maupun calon pembeli di proyek Serpong Garden Apartment,” ujar Stanislas Hartanto disela acara peletakan batu pertama pembangunan tower ketiga Serpong Garden Apartemen di Tangerang, Sabtu (2/11).

Baca juga: Bom Meledak Dekat Pasar, 13 Warga Suriah Utara Tewas

Mengusung konsep transit oriented development (TOD), Serpong Garden Apartment dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 hektare dan terdiri dari 5 tower apartemen dengan total luas bangunan mencapai 171.000 m2.

Apartemen yang merangkum sebanyak 5.000-an unit dengan perkiraan total investasi sebesar Rp 1,2 triliun ini dibangun dalam beberapa tahapan dengan masa pengembangan selama lima tahun.

Senada dengan Stanislas Hartanto, Clements Papin Iswara, GM Marketing Serpong Garden Apartment mengatakan, saat ini kawasan apartemen Serpong Garden sudah terintegerasi langsung dengan kawasan Stasiun Commuterline Cisauk dan dihubungkan langsung oleh jembatan Skybridge.

Integrasi ini juga memudahkan penghuni menuju ke sentral bisnis di Jakarta, Sudirman, dan CBD dengan waktu tempuh hanya sekitar 45 menit.

“Serpong Garden Apartment merupakan pengembangan berorientasi TOD yang memaksimalkan fasilitas hunian, bisnis dan hiburan yang dapat diakses dengan mudah karena terintegrasi dengan layanan trasnportasi umum stasiun, terminal dan pasar modern,” jelas Clements.

Clements menjelaskan, sebagai tahapan pertama telah dipasarkan tower Cattleya yang merupakan tower pertama dan Bellerosa, tower kedua.

Pengembang Pilih Bangun Apartemen TOD

Ditawarkan dengan harga awal terendah mulai dari Rp 200 jutaan hingga Rp 300 jutaan, kedua tower ini berhasil terjual hanya dalam waktu singkat.

“Keberhasilan penjualan unit-unit di Serpong Garden Apartment tersebut membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap hunian berkonsep TOD seperti Serpong Garden Apartment sangat tinggi,” imbuh Clements.

Lukas Bong, Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) mengatakan kawasan Serpong tetap menjadi salah satu pilihan para pembeli hunian baik landed maupun apartemen karena pertumbuhan kawasan ini sangat bagus.

Menurut Lukas Bong, minat masyarakat sangat tinggi terhadap hunian di Serpong karena memiliki banyak keunggulan, seperti, wilayahnya yang sangat strategis dan sudah menjelma menjadi urban city. (IK/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait