oleh

Masyarakat Asing Di Korea Utara Kagumi Busana Tradisional Indonesia 

INIKATA.com – Beragam pujian disampaikan oleh para pejabat dan masyarakat luar negeri terhadap busana tradisional Indonesia yang dipamerkan dalam peragaan busana pengantin tradisional Indonesia di acara coffee morning Pyongyang International Women Association (PIWA) di Wisma Duta RI di Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), (7/11).

Peragaan busana pengantin Indonesia ini merupakan kali pertama yang digelar KBRI Pyongyang.

Sedikitnya, 35 istri para diplomat, organisasi internasional, dan diplomat wanita yang tergabung dalam PIWA dan beberapa staf KBRI Pyongyang hadir dalam acara tersebut.

“Reaksi yang kita dapatkan dari para hadirin sungguh luar biasa. Mereka tak henti-hentinya memuji kegiatan dan keindahan aneka busana pengantin tradisional kita yang memang sangat bervarisasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Peragaan busana ini merupakan yang pertama kali bagi mereka,” ujar istri Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu, Elisabeth Napitupulu dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (9/11).

Masyarakat Asing Di Korea Utara Kagumi Busana Tradisional Indonesia

Coffee morning PIWA merupakan wadah untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui demo masak dan peragaan busana.

Lantaran dihadiri banyak perwakilan negara, kesempatan tersebut tak disia-siakan untuk mempromosikan masakan dan busana tradisional Indonesia yang belum banyak dikenal masyarakat asing di Korea Utara.

Peragaan busana tersebut menampilkan busana pengantin dari empat daerah, yaitu Batak Toba Sumatera Utara, Koto Gadang Sumatera Barat, Solo Jawa Tengah, dan Bali yang dibawakan oleh staf KBRI Pyongyang dan masyarakat Indonesia di Korea Utara.

Istri dari Kuasa Usaha Tetap (Kutap) Pakistan di Pyongyang, Ambreen Mustafa mengaku mengagumi tampilan busana yang dinilainya sangat menarik.

Sementara, Pham Bich Thuy, istri Duta Besar Vietnam, kagum dengan peragaan busana Indonesia yang sangat meriah.

Tidak hanya peragaan busana, KBRI Pyongyang juga menyelenggarakan demo memasak makanan Indonesia, yaitu Tahu Safari.

Demo memasak tersebut juga mendapat sambutan baik dari para peserta karena resep tersebut juga belum pernah ditemui sebelumnya dan sangat mudah untuk dibuat.

“Menu ini kami pilih karena bahannya mudah didapat di Korea Utara, cara memasak yang mudah, waktu memasak yang kurang dari 45 menit, serta rasanya yang lezat dan bergizi,” sambungnya.

Menurut pelaksana fungsi Pensosbud KBRI Pyongyang, Hanna Andari, demo memasak ini merupakan rangkaian dari cooking demo series.

Hingga akhir tahun ini, KBRI Pyongyang melaksanakan tiga demo memasak yang ditujukan bagi para koki di Korea Utara, masyarakat asing, dan masyarakat setempat.

“Hal ini juga selaras dengan arahan Duta Besar Berlian Napitupulu agar menggunakan semua kesempatan dan kegiatan KBRI Pyongyang untuk mempromosikan Indonesia, mulai dari promosi ekonomi hingga seni dan budaya. Untuk itu, kami akan terus mengembangkan ide-ide kreatif untuk mempromosikan Indonesia di Korea Utara,” tutupnya. (Inikata/Rmol)

Komentar

Topik Terkait