oleh

Mengaku Sebagai Lulusan Kedokteran Unhas, Dokter Gadungan ini Menipu Selama 25 Tahun

MAKASSAR, INIKATA.com – PT. Pelni melaporkan salah satu pekerjanya ke Polda Sulsel terkait dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu kedalam Akta Autentik.

Polda Sulsel menerima laporan berdasarkan surat registrasi
LPB / 400/ XI / 2019/SPKT, pada tanggal (07/11/19).

Su (57) yang merupakan warga Jalan Kunciran, Kelurahan Kunciran, Pinang Kota Tanggerang dalam laporan itu sebagai terlapor
dengan dugaan memberikan surat keterangan palsu kedalam Akta Autentik.

PT. Pelni Persero, yang beralamat di Jalan Gajah Mada NO.14 Jakarta diwakili tim pendamping hukum mengajukan laporannya ke Polda Sulsel, pada jumat (7/11/2019) mengingat tempat terlapor bekerja sebagai dokter praktik kesehatan di kapal, PT. Pelni Kota Makassar.

Kurang lebih 25 tahun ia bekerja di PT Pelni Persero namun kasusnya baru terungkap pada tahun 2019 ini. Kasus ini terungkap melalui saksi DL (32) bagian Biro Hukum PT Pelni Persero dan JN (41) Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PT. Pelni Persero.

“Su (57) melakukan tindak pidana menempatkan keterangan palsu pada Akta Autentik dengan cara bekerja sebagai dokter
kapal pada Kantor PT. Pelni Persero Makassar terhitung sejak tahun 1994 s/d awal 2019,” tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Terlapor, Su(57) diduga tidak terdaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, baru diketahui bahwa ijazah dokter Nomor : 2457-039-04/133-271-91 yang digunakan terlapor tidak pernah terdaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.

Lanjut Dicky, “Sudah masuk laporannya di SPKT dengan kasus tindak pidana menempatkan keterangan palsu ke dalam Akta Autentik,”ungkap Dicky.

Saat ini, upaya pihak kepolisian masih terus berlangsung, Dia mengatakan, terlapor sementara dalam pengejaran pihak kepolisian. (Deni)

Komentar

Topik Terkait