oleh

Terpilih Jadi Exco PSSI, Haruna Pilih Mundur dari Manajer Madura United

INIKATA.com – Keputusan mengejutkan diambil manajer Madura United Haruna Soemitro. Setelah sebelumnya sempat menyatakan enggan mundur dari jabatannya sebagai manajer, meski terpilih sebagai Exco PSSI, kemarin mantan ketua umum Pengda PSSI Jatim itu berubah pikiran.

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-55, Haruna menyatakan mundur dari jabatan manajer Laskar Sape Kerrap. ”Iya mulai hari ini (kemarin, Red), saya menunggu bertepatan dengan momen ulang tahun saya, saya memutuskan mundur sebagai manajer,” ucap Haruna.

”Saya ingin lebih konsentrasi di Exco PSSI. Saya akan berikan kontribusi lebih besar dan move on untuk berkarir dan berkarya sebagai Exco PSSI,” lanjut pria yang pernah menjabat manajer Persebaya Surabaya tersebut.

Lalu, siapa yang akan menggantikan Haruna sebagai manajer tim berjuluk Laskar Sape Kerrap tersebut? Kabarnya, Madura United punya terobosan anyar dalam susunan manjerial ke depannya. ”Kami ingin ke depan membangun sistem baru. Pelatih juga akan menjadi manajer. Istilahnya manager coach,” jelas Haruna.

Sayangnya, perpisahan dengan Haruna itu tidak barengi dengan kemenangan atas Arema FC. Madura United kalah 0-2 oleh tuan rumah Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kemarin. Situasi yang membuat Madura United semakin sulit mengejar ketertinggalan dari penguasa klasemen sementara Bali United.

Dengan hasil itu, memainkan 27 pertandingan, Sape Kerrap tertahan di posisi runner-up dengan koleksi 44 poin. Terpaut 12 angka dari Bali United yang baru melakoni 25 pertandingan.

Menyisakan tujuh pertandingan, jelas sangat sulit bagi Madura United bisa mengejar Bali United. Apalagi, lima di antara tujuh laga sisa tersebut harus dijalani di kandang lawan.

Pada duel kemarin, Sape Kerrap sudah tertinggal ketika pertandingan baru berjalan empat menit melalui sepakan Makan Konate. Kemudian, gol kedua Arema FC dilesatkan Rivaldi Bawuo pada menit ke-84 setelah menerima umpan matang dari Jayus Hariono.

Madura seakan tak belajar dari kesalahan. Sebelumnya, saat mereka dipermalukan Persipura Jayapura 2-0 di Stadion Gelora Bangkalan (3/11). Sape Kerrap juga sudah tertinggal di menit-menit awal pertandingan.

”Ini soal konsentrasi. Kami sudah melakukan analisis, tapi sekali lagi kami melakukan kesalahan. Ini akan kami koreksi. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab dan akan memperbaikinya di jeda kompetisi nanti,” kata pelatih Madura United Rasiman.

Tanpa Aleksandar Rakic dan Beto Goncalves, lini depan Madura tak bisa menunjukkan kegarangannya. Mengandalkan Greg Nwokolo sebagai target man, tak banyak peluang yang didapatkan. Dari data statistik yang dihimpun Statoskop, Madura United hanya mencatatkan enam tembakan dan tidak ada yang tepat sasaran.

”Sore ini (kemarin, Red) Arema FC main lebih efektif daripada kami. Mereka lebih bisa memanfaatkan peluang. Kami susah menembus pertahanan Arema FC yang rapat. Setelah ketinggalan 2-0 kami pun sulit untuk come back,” jelas pelatih asal Banjarnegara tersebut.

”Hilangnya Diego Assis dan Rakic memang pengaruh. Kami punya keterbatasan untuk menyusun taktik. Dan akhirnya harus memainkan pemain muda,” imbuhnya.

Di sisi lain, kemenangan atas Madura United sangat berarti bagi Arema FC. Itu sekaligus menjadi jawaban bagi Aremania yang sempat menghujat atas kekalahan dari Perseru Badak Lampung (1/11).

”Laga yang sulit. Pemain bisa menjaga konsentrasi dan bertahan dengan baik. Kami bisa membuktikan bisa keluar dari tekanan setelah kalah pada pekan kemarin,” tutur pelatih Arema FC Milomir Seslija. (Jpc)

Komentar

Topik Terkait