oleh

Andre Rosiade: Tidak Perlu Tenaga Kasar dari Tiongkok, Indonesia Sudah Banyak

INIKATA.com – Menghadapi maraknya investasi asing yang masuk ke Indonesia, pemerintah diminta untuk membuat aturan tegas. Salah satunya investasi asing dari Tiongkok ke tanah air.

Hal itu diungkap, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade. Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu menegaskan, harus dibuat aturan bahwa dalam berinvestasi di Indonesia, mereka wajib menggunakan tenaga kerja dan bahan baru dari tanah air.

“Saya meminta meminta kepada kepala BKPM berani membuat aturan tegas kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok yang mau berinvestasi di Indonesia,” twit Andre di akunnya di Twitter, @andre_rosiade pada Minggu (10/11).

Andre menilai hal ini sangat penting supaya investasi asing yang masuk ke Indonesia bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan nasional.

“Untuk wajib menggunakan tenaga kerja dan bahan baku bangunan dari Indonesia. Investasi asing harus dimanfaatkan untuk kepentingan nasional kita,” twit Andre.

Andre mengingatkan bahwa jangan sampai ada kontrak-kontrak investasi yang menyatakan kalau membangun sesuatu di Indonesia, bahan baku termasuk tenaga kerjanya juga ikut diimpor dari luar negeri, terutama Tiongkok.

“Kalau mau investasi di Indonesia tolong bikin aturan jangan sampai tenaga kerja dari Tiongkok, baja dari Tiongkok, semen dari Tiongkok. Kepala BKPM harus berani bicara soal itu,” pinta Andre.

Anggota Fraksi Partai Gerindra itu merasa penting menyampaikan hal tersebut karena selama ini investasi negara lain seperti Taiwan, Korea, Jepang, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, tidak pernah punya masalah di Indonesia.

“Investasi asing banyak di Indonesia, tetapi setelah Tiongkok (investasi, red), kita punya masalah terus. Saya berharap kepala BKPM punya nyali besar dan benar-benar merah putih bahwa investasi itu benar-benar untuk kepentingan kita (Indonesia),” imbaunya.

Andre meningatkan jangan sampai investasi uang atau modal yang dibawa Tiongkok ke Indonesia, sekalian juga membawa buruh kasarnya.

“Kita tidak butuh tenaga kasar Tiongkok. Buruh kasar kita banyak yang butuh bekerja,” ungkap Andre. (jpnn)

Komentar

Topik Terkait