oleh

Misi Djokovic Untuk Menutup 2019 Sebagai Juar Gagal Total?

INIKATA.com – Kemarin menjadi hari yang patut dilupakan Novak Djokovic. Untuk kali pertama sejak semifinal Australia Terbuka 2016, dia dikalahkan salah seorang rival terbesarnya, Roger Federer. Belum selesai sampai di situ.

Misinya untuk menutup musim 2019 sebagai petenis nomor satu dunia juga gagal total.

’’Dia (Federer) lebih baik dariku di segala aspek. Apa yang dipertontonkan sampai saat ini (di usia 38 tahun) sangat fantastis,’’ puji Djokovic dilansir Reuters.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rekor kemenangan beruntun Nole –sapaan Djokovic– dalam empat pertemuan terakhir.

Bagi Federer, itu adalah kemenangan yang sudah tiga tahun dia nanti-nanti.

Federer menang straight set 6-4, 6-3 dalam laga menentukan grup Bjorn Borg ATP Finals 2019.

Hasil itu mengantar petenis Swiss tersebut menembus semifinal untuk kali ke-16 dari 17 kesempatan tampil di turnamen penutup musim itu.

King Fed julukan Federer membuktikan bahwa kutukan selalu kalah ketika menghadapi Djokovic tidak benar-benar ada.

’’Pers yang menciptakan itu,’’ katanya sebagaimana dikutip ATP Tour.

Misi Djokovic Untuk Menutup 2019 Sebagai Juar Gagal Total?

Dua petenis top dunia tersebut sebelumnya juga terlibat pertandingan ketat di semifinal Paris Masters 2018 dan final Wimbledon tahun ini.

’’Aku senang dengan level permainanku hari ini. Tentu mengalahkan Novak selalu menjadi spesial,’’ lanjutnya.

Penampilan Federer pada laga pamungkas fase grup kemarin terasa istimewa.

Apalagi, dia mendapatkan dukungan fans di O2 Arena, London, Inggris.

’’Semuanya berjalan sangat bagus buatku. Malam ini (dini hari kemarin) aku melakukan rencana dengan bagus sesuai dengan perkiraanku,’’ terangnya.

Dengan demikian, Federer akan mendampingi Dominic Thiem melaju ke semifinal dari grup Bjorn Borg.

Dengan finis di posisi kedua klasemen grup, Federer akan menghadapi juara di grup Andre Agassi yakni petenis Yunani Stefanos Tsitsipas.

Sedangkan Thiem bertemu runner-up grup yang juga juara bertahan Alexander Zverev.

Hasil itu sekaligus membuat Rafael Nadal tetap mempertahankan takhta petenis ranking satu dunia hingga akhir musim. Itu adalah yang kelima sepanjang karirnya.

’’Rafa melewati musim yang luar biasa dan sepenuhnya layak mendapatkan perhargaan ini untuk kali kelima sepanjang karirnya,’’ kata Chris Kermode, ketua eksekutif dan presiden ATP.

Pada 4 November lalu, Nadal berhasil menggeser Djokovic dari nomor satu dunia. Musim ini berlalu sangat positif buat Nadal.

Dia mengamankan dua gelar grand slam di Prancis Terbuka dan Amerika Serikat Terbuka.

Selain itu, Nadal menjuarai turnamen level ATP Tour Masters 1000, Italia terbuka, dan Kanada Terbuka. (Jawapos)

Komentar

Topik Terkait