oleh

Diduga Tersangka Kasus Pencurian Disiksa Polisi Hingga Tewas

INIKATA.com – Keluarga dan Kuasa Hukum berang atas tindakan pihak Kepolisian Resort Bantaeng yang diduga melakukan penyiksaan terhadap salah satu terduga pelaku pencurian hingga tewas.

Tim Penasehat Hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Edy Kurniawan, menganggap sikap Polres Bantaeng sangat bertentangan dengan Norma Hak Asasi Manusia (HAM). Dimana mereka menyiksa orang dalam kondisi tak melawa, meski korban diduga adalah pelaku pencurian.

“Kami berpendapat bahwa tindakan anggota Polres Bantaeng yang terlibat dalam peristiwa ini, diduga telah lakukan serangkaian penyiksaan, penggunaan kekerasan dan senjata api berlebihan yang menyalahi prinsip tugas Polri,” ucap Edy, Selasa (19/11/2019).

Kata dia, hingga saat ini pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut dan menindaki para oknum polisi yang terlibat.

“Kami mendorong penegakan hukum, HAM dan demokrasi mendesak Kabareskrim Polri dalam hal ini Reskrim Polda Sulsel, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan, penyidikan terkait peristiwa,” tuturnya.

Diketahui kasus tersebut bermula saat korban bernama Sugianto (22) diamankan aparat kepolisian Polres Bantaeng atas dugaan kasus tindak pidana pencurian.

Saat telah diamankan, korban dibawa dm ke suatu tempat dan diduga disiksa oleh aparat kepolisian untuk mengakui perbuatannya tersebut.

Sekitar pukul Sekitar pukul 04.00 WITA, setelah salat subuh, Sugianto dibawa polisi masuk ke dalam sel tahanan tempat Aan berada. Aan melihat Sugianto dalam keadaan babak belur dan luka pada bagian betis dan lutut atas kanan, diduga luka tembak dan luka tersebut tidak terjahit, hanya dibalut perban.

Hampir satu jam, Sugianto terus berteriak kesakitan meminta obat. Aan yang melihat seorang polisi di depan ruangan kemudian memelas meminta obat, namun polisi tersebut hanya mengatakan biarkan saja mati seorang pencuri.

Lalu seorang penjaga sel memberikan 1 biji obat Amoxilin, namun obat yang diberikan dimuntahkan kembali. Seolah tubuh Sugianto tidak mau menerima obat tersebut, ia terus menjerit kesakitan dan terus mengeluarkan darah hitam yang kental.

Saat itupun salah satu tahanan diminta untuk mengangkat Sugianto ke atas mobil dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Sekita pukul 07.00 Wita yang dikabarkan oleh seorang tukang becak, bahwa Sugianto telah meninggal dunia dan sudah berada dirumah sakit RSUD Bantaeng.  (Anca)

Komentar

Topik Terkait