oleh

Fadjroel Rachman Harap Kepala Negara Tetap Dipilih oleh Rakyat

INIKATA.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan supaya pemilihan presiden dikembalikan oleh MPR layaknya era Orde Baru.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman menegaskan bahwa proses pemilihan presiden sejatinya akan tetap dilakukan oleh rakyat.

Fadjroel menuturkan‎, rakyat merupakan sumber legitimasi kekuasaan negara dan pemerintah.

Presiden terpilih, kata Fadjroel, adalah penerima mandat kekuasaan rakyat secara langsung yang bertugas menciptakan hubungan yang kokoh antara rakyat dengan presiden.

Dengan mandat dari rakyat tersebut, artinya presiden harus bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat.

Menurutnya, Konstitusi UUD 1945 Pasal 6A menyatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.

“Inilah prinsip dasar mandat kekuasaan rakyat yang diperjuangkan melalui Reformasi 1998,” katanya, Jumat (29/11).

Berdasarkan prinsip dasar tersebut, Fadjroel menegaskan bahwa sudah selayaknya pemilihan presiden tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat dan bukan melalui MPR.

Fadjroel juga mengatakan, Presiden Joko Widodo pernah menegaskan bahwa pemilihan presiden langsung merupakan bagian dari proses memperoleh pemimpin yang berkualitas.

“Pemilihan presiden secara langsung merupakan konsensus dan cara terbaik untuk memilih pemimpin bangsa Indonesia,” ungkapnya. (Jawapos)

Komentar

Topik Terkait