oleh

Diduga Bangun Proyek di Lahan Warga, Pemprov Sulsel Tutup Telinga?

INIKATA.com – Belum juga menemui titik terang terkait lahan di Jl Urip Sumoharjo yang diklaim oleh warga sebagai miliknya, Pemprov Sulsel sudah mulai menjalankan proyek di atas lahan tersebut. Padahal penertiban Aset yang dilakukan 13 November 2019 oleh Pemprov Sulsel saat itu, berujung bentrok dengan warga setempat.

Warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan, Ical, mengatakan bahwa mereka sudah coba beberapa kali untuk menghalangi jalannya pembangunan proyek tersebut.

“Ini lahan kami tapi proyek itu sudah berjalan sekitar tiga minggu, mereka itu kalau dihalangi langsung berhenti bekerja. Kadang-kadang tiga hari, bekerja lagi, tadi sudah dihalangi lagi,” jelas Ical saat ditemui Inikata.com di Jl Urip sumoharjo, Senin (2/12/2019).

Pihak Pemprov Sulsel saat melakukan penertiban aset, membawakan papan nama dengan nomor surat dari Mahkamah Agung. Namun, Sekretaris Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Makassar, Awaluddin yang sempat hadir saat itu sebagai perwakilan ahli waris, mengungkapkan bahwa keputusannya tidak sesuai dengan prosedur.

“Prosedur hukum itu, kalau keputusan mahkamah yang inkrah harusnya melalui pengadilan negeri, melalui panitera, dibacakan lalu dipasangkan, lalu ada surat tugas, ini tidak ada. keputusan ini keputusan abal-abal,” ungkap Awaluddin, Rabu (13/11).

Saat ditemui lagi Senin kemarin, Awaluddin mengemukakan, pihaknya dan Badan Penilitian Aset Negara sudah mengirim surat yang kedua kalinya ke pihak Pemprov untuk melakukan gelar perkara tapi hingga saat ini surat itu belum dibalas.

“Suratnya aliansi balas dong, gelar perkara di kantor anda. Kami tantang, kalau kami salah, kami mundur bersama ahli waris. Tapi kalau kami benar, anda harus keluar dari lokasi. Kita tunggu sampai sekarang, tidak ada. Berarti mereka itu tidak ada data, September hingga November sudah masuk surat, kenapa tidak dibalas,” pungkasnya di Kantor LAI Makassar Jl Adhyaksa, Senin (2/12/2019). (Fadli)

Komentar

Topik Terkait