oleh

Usaha Gorengan Gagal, Janda Ini Terpaksa Edarkan Narkoba

MAKASSAR, INIKATA.com – Seorang Janda bernama Ernawati (32) terpaksa ditangkap Tim Macan Polrestabes Makassar, usai menjadi pengedar narkotika jenis sabu.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan masyarakat yang resah akan aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Saat disergap tersangka sempat bersembunyi di dalam kamar mandi, sebelum akhirnya diamankan anggotanya. Kemudian dilakukan penggeledahan di dalam kamar pelaku.

“Setelah itu digeledah seisi kamar terduga pelaku, ditemukan satu paket besar di belakang foto keluarga dan 14 saset dalam bungkusan kopi dan disembunyikan pada seragam sekolah milik anak terduga pelaku yang tergantung di kamar,” paparnya saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Rabu (4/12/2019).

Diari menambahkan, wanita yang telah bercerai dengan suaminya sejak dua tahun lalu. Kondisi tersebut memaksa dirinya untuk menjual sabu sejak sebulan terakhir, setelah usaha jualan gorengannya tidak cukup menutupi kebutuhan sehari-harinya bersama tiga anak lelakinya yang masih sekolah.

“Yah dia singel parents, dulunya dia jualan gorengan, baru kurang lebih selama 1 bulan. Motif dia untuk menafkahi dirnya bersama ketiga anak lelakinya. Modusnya menawarkan, menjual dan mengedarkan narkotika jenis sabu,” terang Diari.

Kepada penyidik tersangka, mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar di Kampung Sapiria yang dikenal sebagai wilayah kampung narkoba di Makassar.

“Barangnya diambil dari Kampung Sapiria, dia pemain baru. Kita akan lakukan pengembangan lagi untuk menangkap bandar-bandar atasnya ini,” paparnya.

Selain tersangka, petugas juga menyita barang bukti 15 saset narkotika jenis sabu, dua buah bungkusan kecil kopi merek kapal api, satu buah handphone, selembar seragam sekolah berwarna putih.

Atas perbuatannya, kini Ernawati harus menjalani hari-hari di jeruji besi Satreskoba Polrestabes Makassar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Kepadanya kita sangkakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegas perwira polisi satu bunga ini. (Anca)

Komentar