oleh

Antonio Diyakini Bakal Bangkitkan Performa Inter Milan

INIKATA.com – Antonio Conte memang diyakini bakal membangkitkan performa Inter Milan musim ini.

Namun, hanya segelintir pihak yang menyangka bahwa pelatih berjuluk The Godfather itu bisa dengan cepat mengubah Inter dari tim yang hanya bersaing untuk empat besar menjadi penantang serius Juventus untuk scudetto.

Bagaimana tidak. Menandai 100 hari bersama Inter, Conte membawa Nerazzurri menjadi capolista Serie A dengan keunggulan satu poin (37-36) atas Juve.

Itu bisa terjadi setelah Samir Handanovic dkk mengalahkan SPAL di Stadio Giuseppe Meazza akhir pekan lalu (1/12).

Bahkan, bersama Inter, Conte meraih persentase kemenangan tertinggi dalam karirnya atau 73,7.

Antonio Diyakini Bakal Bangkitkan Performa Inter Milan

Jauh lebih baik dari Leonardo Araujo pada musim 2010–2011 (50 persen) yang sebelumnya memiliki persentase kemenangan terbaik sebagai allenatore Inter di era milenial.

Tolok ukur tangan dingin Conte tak hanya terlihat dari persentase kemenangan.

Tetapi juga bagaimana pelatih 50 tahun itu mampu menerapkan formasi tre difensori yang disempurnakan dengan lahirnya duet maut Laukaku (Lautaro Martinez-Romelu Lukaku).

Di Serie A, Lukaku terlibat dalam 21 gol (Lukaku 10 gol dan Lautaro 8 gol plus 3 assist) dari torehan 31 gol Nerazzurri.

”Dia (Conte) memberiku kepercayaan diri yang besar, jujur, dan terbuka seperti Lionel Scaloni (pelatih timnas Argentina, Red). Itulah yang membuatku terus berkembang,’’ ucap Lautaro kepada Sky Italia.

Untuk merayakan sukses 100 hari Conte bersama Inter, Lautaro membidik hasil positif saat menghadapi AS Roma pada giornata ke-15 Serie A di Giuseppe Meazza dini hari nanti (siaran langsung RCTI/beIN Sports 2 pukul 02.45 WIB).

Antonio Diyakini Bakal Bangkitkan Performa Inter Milan

Giallorossi merupakan lawan menyebalkan bagi Inter.

Dalam tiga pertemuan terakhir di semua ajang, Inter tidak pernah menang alias selalu bermain seri.

Malah statistik Inter lebih buruk dalam tiga pertemuan terakhir di Giuseppe Meazza (2 seri dan 1 kalah).

Statistik Conte melawan Giallorossi juga relatif seimbang.

Dari 10 pertemuan melawan rival sekota Lazio tersebut, mantan pelatih timnas Italia itu mencatat 4 kali menang, 2 kali seri, dan 4 kali kalah.

Apalagi, AS Roma berada dalam tren menanjak dengan menyapu bersih tiga laga terakhir.

Performa itu membuat posisi tim asuhan Paulo Fonseca tersebut mulai merangkak ke lima besar Serie A.

Tapi, AS Roma lemah dalam laga tandang musim ini.

Dua dari tiga kekalahan Giallorossi musim ini dialami di luar kandang.

Handicap tim tamu bertambah seiring kondisi bomber Edin Dzeko yang tidak prima.

Dzeko absen dalam latihan dua hari terakhir karena flu dan demam tinggi.

Jika sampai absen, Giallorossi bakal merugi besar karena striker 33 tahun itu terlibat dalam 6 gol dalam 7 pertemuan terakhir melawan Inter alias mengemas 2 gol dan 4 assist. (Jawapos)

Komentar