oleh

Susanto Megaranto Raih Emas Pasca Kandaskan Perlawanan Mantan Juara Dunia Catur

INIKATA.com – Grand Master Susanto Megaranto meraih emas kedua bagi Indonesia dari cabang olahraga catur di SEA Games 2019.

Susanto menjadi yang terbaik dari delapan pecatur yang berkompetisi pada ketegori catur kilat putra di Traveller’s Hotel Subic, Minggu (9/12).

Pada partai terakhir, Susanto mengalahkan pecatur tuan rumah IM Daniel Quizon. Dia mengumpulkan 5,5 poin. Itu hasil dari empat kali menang dan tiga kali remis.

Pecatur berelo rating 2647 ini unggul 0,5 poin dari dua pecatur Vietnam GM Le Quang Liem (2768) dan MI Le Tuan Minh (2383) . Kedua pecatur tangguh Vietnam itu sama-sama mengumpulkan lima poin.

Le Quan Liem dinyatakan mendapatkan perak karena menang 1,5-1,0 dalam hitungan tiebreak 1 dari rekan senegaranya itu.

Total dua emas membuat cabang olahraga catur memenuhi target yang dibebankan oleh pemerintah. Satu emas sebelumnya disumbangkan WGM Medina Warda Aulia dari nomor catur kilat putri.

Secara total, tim catur Indonesia mengumpulkan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

Medali perak didapatkan Umi Fisabilillah di nomor catur cepat putri dan Chelsie Olivia Sihite di nomor catur kilat putri. Sedangkan medali perunggu diraih IM Irine Kharisma Sukandar dari catur cepat putri dan Ali Muhammad Lutfi dari nomor catur daring (online chess).

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Persatuan Catur Seluruh Indonesi (Percasi) Kristianus Liem mengatakan terharu dan bangga. Sebab, dua emas itu terjadi pada saat-saat akhir. Dengan kata lain, Medina dan Susanto berhasil menyelamatkan muka tim catur Indonesia.

“Ini perasaan campur aduk. Gembira, terharu, senang. Karena catur dapat medali emasnya pada nomor terakhir. Dua emas Medina dan Susanto pun penentuannya pada detik-detik terakhir pada partai terakhir. Jadi kalau meleset, bisa meleset juga janji kami menyumbang dua emas untuk kontingen Indonesia,” kata Kristianus seperti dikutip dari Antara.

Kristianus menambahkan bahwa dia sangat bangga dengan mental para pecatur nasional. Sebab, sebelumnya, Indonesia juga gagal pada momen-momen akhir.

“Pada nomor sebelumnya, di awal kami unggul, tapi gagal. Jadi sebenarnya harapan itu ada. Tinggal apakah anak-anak bisa terus full konsentrasi, full fokus, dan full konsisten. Ternyata semua itu terjadi. Anak-anak mampu mampu bersikap tenang sehingga kemampuan mereka keluar,” kata salah satu penggagas sekolah catur Utut Adianto ini.

Kristianus menilai hasil dua emas dari nomor catur kilat ini bisa dikatakan luar biasa. Terutama untuk Susanto Megaranto yang berkompetisi melawan Le Quang Liem yang juga mantan juara dunia catur kilat. (JPC)

Komentar