oleh

Ribuan Warga Sultra Jadi Janda dan Duda, 318 Berstatus ASN

INIKATA.com – Fenomena perceraian semakin marak terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari data Pengadilan Agama Sulawesi Tenggara, sepanjang 2019, kasus yang diputus cerai sebanyak 3.176 kasus. Ada yang diajukan oleh pihak perempuan, ada pula dari pihak laki-laki.

“Yang sudah diputus itu ada perkara cerai gugat atau pihak perempuan yang mengajukan perceraian sebanyak 2.408. Sementara, dari pihak laki-laki yang mengajukan cerai talak sekitar 768,” ungkap, Hartati SHI saat ditemui di Kantor Pengadilan Tinggi Agama Sultra, Rabu (11/12/2019).

Dari data yang diperoleh pengadilan, lanjut Hartati, 1.802 perceraian yang banyak terjadi disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga. Sementara posisi kedua, pemicu perceraian disebabkan salah satu pasangan memilih untuk meninggalkan rumah tanggahnya.

“Perkara yang dominan itu perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga,” paparnya.

Dari data juga terlihat, Kota Kendari merupakan wilayah yang paling tinggi angka perceraiannya. Dari 3.176 kasus perceraian, baik cerai talak maupun cerai gugat, sebanyak 674 perceraian tersebut terjadi Kota Lulo tersebut.

Untuk posisi kedua ditempati Kabupaten Kolaka dengan angka perceraian sebanyak 424. Sementara, Kota Bau Bau menempati posisi ketiga dengan angka 401 perceraian.

Di tempat yang sama, Jubir Pengadilan Tinggi Agama Sultra, ST Radhiah Hamzah menuturkan, dari rentetan perkara perceraian. Aparatur Sipil Negara (ASN), juga banyak yang mengajukan perceraian bahkan sudah ada putusan pengadilan.

Di Sultra, tercatat 318 pasangan ASN yang sudah sah berpisah bersama pasangannya. Namun, kata Radhiah, yang banyak mengajukan gugatan justru dari pihak perempuan.

Sebanyak 252 ASN perempuan justru pilih menjanda atau mengakhiri biduk rumah tangga.

“Kalau ASN dari kaum adam hanya 126 yang sudah diputus cerai talak,” ungkapnya.

Sejauh ini, masih ada perkara perceraian ASN yang belum diputus di pengadilan. Ada 47 ASN dari kaum hawa yang sudah mengajukan gugatan perceraian. Sementara dari pihak laki-laki ada 39 ASN yang sudah mengajukan cerai talak.

Dari data yang ada, Kota Kendari memuncaki perceraian tertinggi bagi ASN. 90 ASN pilih menjada, sementara yang memilih untuk jadi duda ada 50 ASN. Bahkan masih ada perkara yang tersisah 55 ASN di Kota Kendari mengajukan gugatan untuk berpisah.

Konawe menyusul Kota Kendari. 59 perceraian ASN terjadi di Konawe. Dan yang mendominasi atau memilih untuk bercerai yakni ASN dari kalangan kaum hawa.

“Ada 40 ASN kaum hawa yang memilih untuk menjada. Sementara dari pihak laki-laki yang memilih menduda ada 19 ASN,” ujarnya (IS)

Komentar