oleh

Tingkat Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Kian Meningkat

INIKATA.com – Tingkat kerukunan umat beragama (KUB) di Indonesia kian meningkat. Berdasar hasil survei Kementerian Agama (Kemenag), nilai rata-rata KUB secara nasional tahun ini mencapai 73,83. Padahal tahun lalu hanya 70,90 poin.

Di Jawa Timur (Jatim), tingkat kerukunan juga membaik. Bahkan, angka KUB di Jatim mencapai 73,7. Hampir sama dengan rerata nasional.

Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan, survei KUB mengukur tiga variabel: toleransi, kesetaraan, dan kerja sama.

Aspek toleransi mencakup saling pengertian, menghormati, dan menghargai.

Kemudian, kesetaraan terkait dengan kegiatan pengamalan ajaran agama masing-masing.

Sedangkan aspek kerja sama didefinisikan sebagai bersama-sama dalam bermasyarakat dan berbangsa menjaga NKRI.

Fachrul menjelaskan, Balitbangdiklat Kemenag melakukan survei KUB sejak 2015. ”Jika melihat kategori (nilai, Red) 73,83 ini, kondisi umat beragama kita berada pada kategori yang tinggi,” jelasnya.

Tiap-tiap indikator mendapatkan nilai yang hampir rata.

Indikator toleransi mendapatkan 72,30 poin, kesetaraan 73,32 poin, dan kerja sama 73,50 poin.

Kendati nilai yang diraih pada 2019 mengalami kenaikan, terang Fachrul, jika dibandingkan dengan periode 2015, sebenarnya justru ada penurunan.

Sebab, saat itu skor survei KUB mencapai 75,36 poin.

Mantan wakil panglima TNI itu menuturkan, harus bisa ditemukan kondisi yang membuat nilai kerukunan belum bisa naik maksimal.

”Perlu kita waspadai. Misalnya, banyak ujaran kebencian, mungkin berpengaruh,” katanya.

Fachrul berharap hasil survei KUB tersebut didiseminasikan kepada kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah.

Tujuannya, sinergi antara kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah makin meningkat.

Bagi Fachrul, kerukunan itu tidak datang begitu saja dari langit.

Sementara itu, upaya untuk terus menjaga KUB mendapatkan dukungan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Dia mengatakan, seluruh elemen bangsa harus membina KUB.

”Misalnya melalui Kementerian Agama dan kementerian-kementerian terkait lainnya,” tutur dia. (Jawapos)

Komentar