oleh

Pasca Gantung Sepatu, Bepe Pengin Bangun Lebih Siang dan Menikmati Teh Tanpa Gula

INIKATA.com –  ”Terima kasih, Bambang Pamungkas! Terima kasih, Bambang Pamungkas!” teriak seluruh suporter Persija Jakarta seusai pertandingan melawan Persebaya Surabaya tadi malam. Teriakan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap Bepe –sapaan Bambang Pamungkas. Pemain dengan nomor punggung 20 itu resmi gantung sepatu pada akhir musim. Dan, laga tadi malam merupakan panggung terakhirnya di kandang Persija Jakarta.

Apresiasi juga diperlihatkan oleh pemain serta ofisial Persija. Mereka kompak mengenakan jersey dengan nomor punggung 20. Setelah memeluk Bepe, mereka berfoto bersama. Sayang, ending laga kandang terakhir Bepe bersama Persija tak manis. Macan Kemayoran –julukan Persija– dipaksa menyerah 1-2 oleh Persebaya. Bepe yang masuk pada menit ke-75 untuk menggantikan Sandi Sute praktis tak memiliki banyak meluang.

Persija Jakarta

”Saya tidak merasa ini perpisahan untuk saya. Karena saya merasa ini adalah rumah saya, jadi apa pun kondisinya, saya akan menerima dengan hati gembira,” kata Bepe. ”Pada akhirnya, saya bisa mengakhiri karir saya, meski hasilnya mungkin tidak baik,” ucap dia.

Soal keputusannya untuk pensiun, mantan pemain Selangor FA itu menilai memang sudah waktunya. Memang sempat ada rencana untuk pensiun bareng Ismed Sofyan. ”Tapi, harus diakui bahwa badan saya tidak merespons lagi. Kalau dibandingkan, cedera saya tahun ini lebih banyak dari sepuluh tahun terakhir,” terang mantan bomber timnas tersebut.

Adanya sosok Marko Simic di lini depan Persija adalah alasan lainnya. Menurut Bepe, Simic adalah striker terbaik di Indonesia. Itu membuat dia tidak khawatir dengan lini depan Persija setelah dirinya pensiun.

Lalu, apa rencana Bepe setelah pensiun? Dia menegaskan belum tertarik untuk menjadi pelatih. ”Karena setelah 20 tahun menikmati diri di sepak bola, saya mungkin ingin bangun lebih siang dan menikmati teh hangat tanpa gula saya,” tuturnya. (Jpc)

Komentar