oleh

Polda Sulsel Tetap Usut Kasus Suap DAK senilai 40 Milyar

MAKASSAR, INIKATA.com – Kepolisian Daerah (Polda Sulsel) tegaskan kasus Suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Pare – pare senilai Rp40 Milyar terus akan berlanjut.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe mengatakan kasus suap DAK pare-pare yang diduga libatkan Bupati Pare-pare Taufan Pawe dalam tahap peyidikan.

“Masih dalam tahap sidik,” ucapnya saat menyampaikan rilis akhir tahun kinerja Polda Sulsel selama tahun 2019 yang di gelar di Aula Mappodang Polrestabes Makassar, Senin (30/12/2019).

Sementara Direktur ACC Sulawesi, Abdul Kadir Wakanubun, mendorong Polda Sulsel untuk melakukan evaluasi terkait kinerja jajarannya yang serius dalam bekerja.

“Kasus DAK ini sudah jelas dan kasus ini masuk dalam kategori mandek ditangan Kepolisian, harusnya Polda evaluasi pada jajarannya yang tak mampu bekerja,” tegas Kadir saat ditemui dalam rilis akhir tahun di Kantor ACC Sulawesi, Minggu (29/12/2019).

Diketahui kasus Suap DAK Pare-pare senilai Rp. 40 Milyar sudah telah mendapat dukungan dari Bareskrim Mabes Polri untuk segera diselesaikan.

Bahkan, kasus yang diduga melibatkan Wali Kota Pare-pare tersebut telah digelar oleh pihak penyidik Bareskrim Mabes Polri. Rabu (12/9/2019) lalu.

Dari hasil gelar perkara, Bareskrim Mabes Polri ikut terlibat dalam mengusut tuntas kasus tersebut dan nantinya dibantu oleh Polda Sulsel melalui penyidik Tipikor.

Penyelidikan kasus dugaan suap proyek DAK senilai Rp 40 miliar di Kota Pare-pare oleh berawal setelah beredarnya sebuah surat pernyataan tiga orang PNS Pemkot Pare-pare masing-masing diantaranya dr Muhammad Yamin, Taufiqurrahman dan Syamsul Idham ke media sosial (medsos).

Dimana dalam surat pernyataan yang dibubuhi materai bernilai Rp 6000 itu, ketiga PNS Pemkot Pare-pare yang dimaksud menyatakan telah bersama-sama mengantarkan dan menyerahkan dana sebesar Rp 1,5 miliar kepada pengusaha dari Papua, H Hamzah di pusat perbelanjaan di Mall Ratu Indah Makassar sebagai pengembalian pengurusan proyek DAK 2016 sebesar Rp 40 miliar yang telah diterima oleh Kota Pare-pare.

Ketiganya juga menyatakan melakukan hal yang dimaksud berdasarkan perintah Wali Kota Pare-Pare, Taufan Pawe.

Muh.Yamin bersama dengan Taufiqurrahman sendiri diketahui telah ditahan oleh pihak kejaksaan negeri Kota Pare-pare kemarin dalam kasus pengadaan obat, alat dan bahan habis pakai pada dinas RSUD Andi Makkasau Kota Pare-pare tahun anggaran 2016 – 2017 yang merugikan negara sebesar Rp.3,4 Milyar. (Anca)  

Komentar