oleh

Bandara HLP Lumpuh Akibat Banjir, Dewan Bilang Begini

INIKATA.com – Bandara Halim Perdana Kusuma (HLP) tidak beroperasi sementara akibat banjir yang melanda ibu kota pada Rabu (1/1).

Sejumlah layanan penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Anggota Komisi V DPR, Irwan Fecho meminta para maskapai penerbangan agar melayani masyarakat atau calon penumpang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dia menegaskan maskapai juga harus memenuhi hak-hak calon penumpang tersebut.

Menurut Irwan, calon penumpang pesawat komersil yang mengalami penundaan jadwal penerbangan atau delay serta pembatalan wajib diberikan kompensasi oleh pihak maskapai.

Itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 89 Tahun 2015.

“Aturan itu dibuat sebagai pedoman tentang apa-apa saja yang harus dilakukan maskapai untuk melayani penumpang terdampak delay atau manajemen delay,” ujar‎ Irwan dikutip dari JawaPos.com, Rabu (1/1).

Irwan menuturkan, dalam Permenhub 89/2015 disebutkan bahwa dalam kondisi terjadi pembatalan penerbangan maskapai wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengalihkan ke maskapai lain atau mengembalikan seluruh biaya tiket.

Bandara HLP Lumpuh Akibat Banjir, Dewan Bilang Begini

Kemudian, Irwan menjelaskan keterlambatan penerbangan sendiri, diatur dalam enam kategori yang didasarkan pada durasi keterlambatan.

Kategori pertama, keterlambatan 30 sampai 60 menit, kategori kedua 61 sampai 120 menit, ketiga 121 sampai 180 menit, keempat 181 sampai 240 menit, kelima lebih dari 240 menit, lalu keenam pembatalan penerbangan.

Sedangkan tentang faktor penyebab keterlambatan dirinci menjadi faktor manajemen maskapai, teknis operasional, faktor cuaca, dan faktor lainnya.

“Adapun pemberian kompensasi penumpang terdampak delay juga diatur berdasarkan enam kategori yang telah disebutkan sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, Drektur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polana Banguningsih Pramesti mengatakan, untuk alasan keamanan dan keselamatan.

Aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdana Kusuma ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Sejumlah penerbangan dengan keberangkatan dari dan dengan tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma dialihkan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Kondisi terkini, air setinggi 30 sentimeter masih menggenangi landasan pacu Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Area bandara yang tergenang kurang lebih seluas 500 meter.

Banjir juga menggenangi area di luar bandara yang membuat penumpang sulit untuk mengakses ke Bandara Halim Perdana Kusuma. (Jawapos)

Komentar