oleh

Jadi Olimpiade Mini, Kekuatan Ganda Putra Indonesia di All England 2020 Jadi Andalan

INIKATA.com – Posisi ganda putra Indonesia untuk Olimpiade 2020 hampir pasti aman. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi peringkat pertama dunia. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berada pada posisi kedua. Selain itu, masih ada Fajar Alfian/M. Rian Ardianto di ranking kelima.

Namun, setiap negara mengirim maksimal dua wakil yang berada dalam ranking delapan besar.

Selain Olimpiade, PBSI mengejar fokus lain yang tidak kalah penting: All England. Tahun ini turnamen bulu tangkis tertua itu berlangsung pada 6–10 Maret di Birmingham, Inggris.
Hanya empat bulan menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

Pelatih Herry Iman Pierngadi menuturkan, All England diibaratkan sebagai mini Olimpiade. ’’Bisa jadi ujian tersendiri. All England tahun ini pasti lebih berat. Karena siapa yang berhasil, ada gambaran untuk Olimpiade nanti bisa seperti apa,’’ jelasnya.

Herry mengakui, lawan-lawan dalam All England lebih berat. Sebab, hanya pemain ranking 32 besar yang boleh turun dalam turnamen tersebut. Selain itu, tahun ini The Daddies punya tanggung jawab lebih besar, yakni mempertahankan gelar.

’’Di Olimpiade itu, tiap negara punya jatah. Tapi, pressure-nya lebih berat. Jadi, pemain harus punya paket komplet. Ya, fisik, mental, dan teknik. Semua harus perfect. Segi persiapan juga harus baik,’’ kata Herry.

Dilihat dari capaian tahun lalu, The Daddies menjalani kebangkitan kedua setelah kegagalan di Olimpiade Rio 2016. Mereka berhasil meraih gelar dalam turnamen besar. Mulai All England, Kejuaraan Dunia, dan BWF World Tour Finals.

Lalu, apakah The Daddies lebih berpeluang meraih gelar Olimpiade nanti? ’’Bisa saja. Tahun lalu turnamen penting kena Ahsan/Hendra semua. Tinggal rezekinya saja bagaimana nanti,’’ ujar Herry.
Race to Olympic akan berakhir pada 26 April 2020 atau setelah Kejuaraan Asia 2020.

Setelah itu, sebenarnya masih ada turnamen bergengsi lain, yaitu Piala Thomas dan Uber. Turnamen tersebut bakal berlangsung pada 16–25 Mei di Aarhus, Denmark. (Jpc)

Komentar