oleh

Pengamat: Pemilihan Tidak Langsung Belum Layak di Indonesia

INIKATA.com – Wacana pemilihan presiden tidak langsung atau melalui MPR kembali digulirkan belum lama ini. Padahal jika menilik sedikit ke belakang, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 kultur politik di Indonesia dinilai belum dewasa.

Pelaksanaan pemilu saat itu dinilai hanya sebatas memperjuangkan kontestasi politik semata, bukan untuk membela kepentingan rakyat. Sehingga, sampai saat ini Indonesia belum layak untuk menerapkan sistem pemilihan tidak langsung.

Demikian dikatakan pengamat politik Universitas Telkom yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (1/1).

“Negara dengan tingkat kepercayaan publik rendah, layak adakan pemilu langsung. iIndonesia sejauh ini (masuk) kategori tersebut,” ujar Dedi.

Adapun hal yang menandai kepercayaan publik bisa dilihat dari indeks layanan negara kepada publik.

“Seperti penegakan hukum yang tidak kuat, dan tentu kesejahteraan yang tertinggal,” tandasnya. (Rmol)

loading...

Komentar

Topik Terkait