oleh

Pasca Serangan Udara AS, Harga Minyak Dunia Melonjak

INIKATA.com – Meningkatnya ketegangan antara Iran, Irak dan Amerika Serikat pasca serangan udara di Baghdad di awal tahun ini berdampak drastis pada harga minyak dunia.

Diketahui bahwa serangan udara itu dilakukan oleh Amerika Serikat di bandara internasional Baghdad pada Jumat pagi (3/1) waktu setempat.

Serangan tersebut menewaskan kepala pasukan elit Iran al-Quds Jenderal Qassim Soleimani dan wakil komandan milisi Irak yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Rakyat, Abu Mahdi al-Muhandis.

Pentagon telah mengkonfirmasi serangan tersebut dilakukan oleh pihak Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump.

Hal itu jelas memperburuk hubungan antara Iran, Irak dan Amerika Serikat yang sudah buruk serta mengganggu harga minyak dunia.

Harga minyak naik 2 dolar AS menjadi 63,18 dolar AS per barel, tidak lama setelah serangan itu dilaporkan terjadi.

“Pasar khawatir bahwa menjelang pemilu di Amerika Serikat, Iran dapat meningkatkan serangan proxy pada kepentingan Amerika Serikat di Irak dan tempat-tempat lain di Timur Tengah, (hal itu) mendorong Trump untuk terlibat perang habis-habisan dengan Iran, mengingatkan (pada) hari-hari perang Teluk,” kata analis pasar Asis Ghosh, seperti dimuat Fox News.

Amerika Serikat sendiri diketahui menjatuhkan sanksi-sanksi yang menyasar industri minyak Iran sejak beberapa waktu terakhir. Presiden Iran Hassan Rouhani baru-baru ini juga mengatakan bahwa hal itu telah secara signifikan memangkas ekspor minyak Iran menjadi sekitar 200 miliar dolar AS. (rmol)

Komentar