oleh

Istana Tepis Isu Jokowi Ingin Dikte KPK

INIKATA.com – Partai Demokrat menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mendikte Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dikarenakan, posisi lembaga antirasuah kini berada langsung di bawah Presiden, sama seperti kementerian‎.

Pihak istana pun angkat bicara merespons tuduhan tersebut. ‎Staf Khusus Presiden, Dini Purwono mengatakan, Perpres yang dikeluarkan Jokowi tidak untuk mendikte KPK.

“Yang pasti tidak ada niat Presiden untuk mendikte KPK,” ujar Dini kepada JawaPos.com, Sabtu (4/1).

‎Menurut Dini, draf Perpres baru KPK masih dalam tahap finalisasi. Sehingga apabila draf tersebut beredar. Maka dipastikan itu bukanlah yang asli.

“Jadi kalau ada draf Perpres yang beredar, kami tidak bisa memastikan apakah kontennya adalah benar, karena tidak jelas darimana sumber draf tersebut,” katanya.

Dini menegaskan, Presiden Jokowi ingin KPK menjadi lembaga yang sehat dan kuat. Sehingga bisa melaksanakan fungsi sesuai dengan tujuan awal pembentukannya, dan tidak disalahgunakan oleh oknum manapun.

“Untuk itu harus ada sistem yang bisa mengawal kinerja KPK. Bukan mendikte,” tegasnya.

Dini menambahkan, ‎KPK tetaplah berstatus sebagai lembaga independen. KPK akan menyampaikan laporan tahunan kepada Presiden dan DPR. Hal ini juga sudah dilakukan sebelum keluarnya Perpres, turunan UU KPK yang baru.

Urgensi Waktu

Sementara pengangkatan Dewan Pengawas KPK oleh Presiden Jokowi hanya untuk yang pertama kali. Pasalnya, adanya urgensi waktu supaya pelantikan dapat dilakukan bersamaan dengan pelantikan pimpinan KPK.

“Untuk pengangkatan Dewan Pengawas selanjutnya akan melibatkan pansel. Sama dengan proses pemilihan pimpinan KPK,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menduga Presiden Jokowi ingin mendikte KPK. Sebab keberadaan KPK kini langsung di bawah kepala negara.

“Terkait dengan draf Pepres KPK yang beredar, sangat jelas political will Presiden yang ingin mendikte KPK,” tudingnya. (JPC)

Komentar