oleh

Menlu Iran Sebut Akhir Kehadiran Jahat AS di Asia Barat Dimulai, Sinyal Perang?

INIKATA.com – Ribuan orang turun ke jalanan kota Baghdad Irak akhir pekan ini (Sabtu, 4/1) untuk mengantarkan peti berisi jenazah jenderal top Iran Qassem Soleimani yang terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat di bandara internasional Baghdad sehari sebelumnya.

Soleimani meninggal bersama dengan pemimpin milisi Irak yang didukung Iran PMF, Abu Mahdi al-Muhandis dan sejumlah orang lainnya. Seragan tersebut dengan sengaja dilancarkan Amerika Serikat menyasar konvoi yang membawa Soleimani

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengunggah foto-foto yang menunjukkan kerumunan massa ikut mengantarkan peti tersebut.

“24 jam yang lalu, seorang badut sombong, yang menyamar sebagai diplomat, mengklaim bahwa orang-orang menari di kota-kota Irak,” kata Zarif di Twitter (Minggu, 5/1).

“Hari ini, ratusan ribu saudara dan saudari Irak kita yang bangga menawarkan tanggapan mereka di tanah mereka,” tambahnya.

Zarif menegaskan bahwa serangan tersebut menjadi titik balik kehadiran Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“Akhir dari kehadiran jahat Amerika Serikat di Asia Barat telah dimulai,” tegasnya.

Para pelayat di Irak membawa para jenazah itu dengan mobil ke kota suci Syiah Kerbala, selatan Baghdad, kemudian ke Najaf, kota suci Syiah lainnya, di mana putra ulama Syiah top Irak, Grand Ayatollah Ali al-Sistani akan memberikan penghormatan bagi para jenazah. Di tempat itu pula Muhandi dan korban dari Irak lainnya akan dimakamkan.

Sementara itu jenazah Soleimani akan dipindahkan ke provinsi Khuzestan Iran barat daya yang berbatasan dengan Irak.

Kemudian pada hari ini (Minggu, 3/1) jenazah akan dibawa ke kota suci Syiah Mashhad di timur laut Iran dan dari sana ke Teheran dan kota kelahirannya Kerman di tenggara untuk dimakamkan pada hari Selasa pekan depan. (rmol)

Komentar