oleh

Buru Target Poin Olimpiade, Tim Indonesia Bakal Habis-habisan di All England

INIKATA.com – Chief de Mission tim Indonesia Achmad Budiharto berharap para atlet bisa tampil maksimal pada All England 2020. Menurutnya, turnamen tersebut merupakan salah satu ajang terpenting tahun ini.

Bukan cuma karena statusnya sebagai turnamen paling tua dan salah satu terelite di dunia. Tetapi juga sebagai ajang penting untuk mendulang banyak poin menuju Olimpiade Tokyo 2020.

“Kami berharap para pemain bisa memanfaatkan turnamen ini untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin. Terutama bagi para atlet yang diproyeksikan tampil di Olimpiade,” kata Budi dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta hari ini (5/3).

Ganda putra adalah tumpuan utama Indonesia untuk meraih gelar. Kita mengirimkan empat empat pasangan nasional terbaik. Yakni Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamujo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Ade Yusuf/Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira.

“Peluang besar untuk meraih juara ada di sektor ganda putra. Kevin/Marcus diunggulan satu, Hendra/Ahsan unggulan dua, sementara Fajar/Riang unggulan lima,” kata Budi.

Sementara dari sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting menjadi unggulan keempat. Selain itu, Jonatan Christie berada di unggulan keenam. Selain mereka, ada juga Shesar Hiren Rhustavito dan pemain non pelatnas, Tommy Sugiarto.

Untuk ganda putri, Indonesia menurunkan juara Spain Masters 2020 Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda muda Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto.

Budi menambahkan, peluang gelar juga diharapkan dari ganda campuran. Juara Denmark Open dan French Open 2019 Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti diharapkan bisa mengeluarkan permainan terbaiknya di turnamen tersebut.

“Tahun lalu mereka bisa menembus semifinal. Diharapkan tahun ini bisa lebih lagi,” tegas Budi.

Selain Praveen/Melati, ada juga pasangan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso.

Terakhir, pada tunggal putri. Indonesia hanya mengirimkan satu pemain saja yakni Gregoria Mariska Tunjung saja. “Kami berharap dia bisa lebih baik lagi dari tahun lalu,” ucap Budi.

Pada tahun lalu, Gregoria langsung tumbang pada babak pertama. Dia kalah dari unggulan kedua asal Jepang Nozomi Okuhara dalam dua game langsung, 17-21, 16-21. (JPC)

Komentar