oleh

Kritiknya Dirindukan Pramono Anung, Begini Respon Fadli Zon

INIKATA.com – Saat ini Fadli Zon dan Fahri Hamzah tidak lagi menjadi pimpinan DPR. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengaku kangen dengan sosok keduanya.

Seperti dikutip Antara, Pramono Anung merasa kehilangan Faldi Zon dan Fahri Hamzah yang tidak lagi masif mengkritisi pemerintah. “Saya pribadi kehilangan orang-orang seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon untuk mengkritisi pemerintahan ini, karena itu menjadi vitamin,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (5/3).

Bahkan Pramono Anung sampai menilik akun Twitter Fadli Zon, Fahri Hamzah, bahkan Rocky Gerung. Pramono Anung mempertanyakan kenapa tidak lagi ada kritikan dari mereka.

“Saya sampai cari Twitternya Pak Fachri, Pak Fadli, Rocky Gerung, kenapa kok tidak bersuara yang membuat kita bergairah,” katanya.

Pramono mengatakan saat ini stabilitas politik telah berangsur membaik. Hal itu dapat dilihat dengan adanya dukungan sebesar 74 persen terhadap pemerintah di parlemen.

Akan tetapi, Pramono meyakini, kondisi tanpa kritik ini juga tidak terlalu bagus. “Tidak ada dinamika, kritik, sebetulnya juga tidak baik,” ungkapnya.

Maka dari itu, Pramono mempersilakan masyarakat untuk memberikan kritik kepada pemerintah. Dia menegaskan, kritik ibarat vitamin dalam pemerintahan.

“Presiden kita adalah presiden yang kalau dikritik itu bukan kemudian baper, beliau malah kalau dikritik itu menjadi energinya Presiden,” tuturnya.

Sementara dihubungi terpisah, Fadli Zon mengatakan memang demokrasi yang baik adalah pemerintahan dengan oposisi. Oposisi bisa menjadi pengawas jalannya roda pemerintahan.

“Demokrasi tanpa oposisi seperti makan nasi tanpa lauk. Kritik memang sangat penting bagi demokrasi yang sehat,” ungkap Fadli.

Oleh sebab itu, Fadli mengatakan walaupun Partai Gerindra saat ini berada di dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, namun hal itu tidak menjadikannya berhenti untuk memberikan kritik terhadap pemerintah. ‎”Iya (saya akan terus kritik pemerintah, Red),” tegasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengapresiasi kematangan Pramono Anung dalam berpolitik dan berdemokrasi. “Orang seperti Pramono Anung matang berdemokrasi, sementara sebagian yang lain di sekitar pemerintahan masih puber kekuasaan bahkan cemas dengan demokrasi,” pungkasnya. (JPC)

Komentar