oleh

Penyelenggara MPP Selayar Lakukan Banchmarking di MPP Jakarta dan Bogor

SELAYAR, INIKATA.com – Sekda Kepulauan Selayar,  H Marjani Sultan,  pimpin Tim penyelenggara Mal Pelayanan Publik (MPP) Kepulauan Selayar melakukan Banchmarking di MPP DKI Jakarta dan MPP Bogor, Selasa (10/3/2020).

Disambut Wakil Kepala DPMPTSP Pemprov DKI, Denny Wahyu Haryanto, Sekda Kepulauan Selayar Marjani Sultan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan tim MPP Selayar.

Wali Kota Dani Fatma

Komitmen pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk peningkatan pelayanan publik bukan sebatas isapan jempol belaka.

Dalam penyampaiannya, Sekda Kepulauan Selayar, Marjani Sultan, juga memaparkan kondisi geografis Kepulauan Selayar dan urgensi mengapa MPP itu penting bagi Selayar yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Pulau Sulawesi.

Disampaikan, meskipun Bupati Kepulauan Selayar telah melakukan penandatanganan komitmen penyelenggaraan MPP bersama dengan Kementerian PANRB. Namun untuk peningkatan pemahamam tentang MPP itu sangat diperlukan.

Sementara itu wakil Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto menyampaikan bahwa saat ini DPMPTSP DKI telah melayani sekitar 315 lebih pelayanan. Hal itu dilakukan demi kenyamanan Warga Jakarta.

Dikatakan Mal Pelayanan Publik Pemprov DKI Jakarta dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 23 Tahun 2017 tentang  Penyelenggaraan Mall pelayanan publik yang direspon dengan Pergub DKI Jakarta nomor 142 Tahun 2017 tentang Mal Pelayanan Publik , serta keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1856 tahun 2017 tentang Gedung Mal Pelayanan Publik.

Semantara Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Selayar, Muhammad Arsyad  kepada media ini mengemukakan sengaja memilih DKI Jakarta dan Bogor sebagai target  banchmarking, karena selain rekomendasi Kemenpan RB , kedua tempat ini  sangat kuat IT nya.

“Di DKI Jakarta dan Bogor semua jenis pelayanan pada MPPnya sudah di digitalisasi,” jelas Muhammad Arsyad. (Rizal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait