oleh

Hindari Ketergantungan Gula Impor, DPRD Dorong Revitalisasi Mesin Produksi Gula di Jatim

SURABAYA, INIKATA.com – Wakil ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah agar produksi gula dan kualitas gula lokal tetap terjaga sudah saatnya mesin produksi gula di pabrik gula dilakukan revitalisasi.

Hal itu kata dia didapatkan dari keluhan petani. Selain itu dikeluhkan keterbatasan produksi gula lokal dan kualitasnya tak kunjung membaik karena mesin produksinya sudah usang.

“Mesin produksi yang dimiliki pabrik gula itu sudah ada sejak jaman Belanda sehingga perlu dilakukan revitalisasi mesin produksi. Terlebih saat ini harga gula naik dan masuknya gula impor,” ungkapnya saat ditemui di Surabaya, Kamis (19/3/2020).

Politisi asal PKB ini mengatakan, atas fakta tersebut, pihaknya mendorong agar kementerian BUMN untuk membantu melakukan revitalisasi mesin pabrik gula. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi gula impor.

“Kami akui kalau harga mesinnya mahal. Namun, ini lebih baik dilakukan daripada melakukan perawatan karena biayanya dimungkinkan lebih besar daripada membeli. Dan tentunya akan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu kami mendorong Menteri BUMN membantu pabrik gula pengadaan mesin produksi gula,” jelas wanita asal Sidoarjo ini.

Jika revitalisasi terealisasi, kata Anik Maslachah, pihaknya optimis produksi gula di Jatim akan melimpah dan kesejahteraan petani tebu bisa terjamin.

“Dan yang terpenting menggurangi ketergantungan dari gula impor jika kualitas dan stok terpenuhi”tutupnya.

Sekedar diketahui, jelang Ramadhan, harga gula dipasaran tembus Rp 18 ribu per kg dan stok gula menipis. Oleh sebab itu, pemerintah mendatangkan gula impor. (three)

Komentar