oleh

KAMMI Harap Anak Muda dilibatkan Dalam Agendan Kebangsaan

MAKASSAR, INIKATA.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Makassar, melaksanakan diskusi publik yang bertema ‘Pilkada Demokratis Tantangan dan Harapan’ di Wakop Cappo, Jalan Alauddin Makassar, Kamis (19/3).

Kegiatan diskusi yang mengahadirkan pembicara dari berbagai pihak, seperti pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, Penyidik dari Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) serta dari pihak Internal KAMMI Daerah Makassar.

Irfan Basyo mewakili Internal KAMMI Makassar, mengunkapkan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bertujuan untuk melahirkan seorang pemimpin yang akan menjadi penentu kebijakan selama lima tahun kedepan.

“Ketika kita bicara tentang pilkada yang paling utama melahirkan pemimpin yang kedepan lima tahun akan mengelola sumber daya manusia dan juga sumber daya yang dimilki daerah tersebut, mulai dari anggaran, sumberdaya manusia, semua itu akan dikelolah,” ucap irfan pada diskusi itu.

Olehnya itu, sebut Irfan, kedepannya penting untuk KAMMI kota Makassar untuk memberikan pengawalan terhadap agenda-agenda kebangsaan khsusnya terkait pelaksana pilkada yang akan digelar di 12 Kabupaten Kota di SulSel nanti.

“Kami mengambil contoh di 2019 ini di (Pemilihan Presiden) Pilpres dan (Pemilihan Legislatif) Pileg ini, KAMMI itu secara kelembagaan di Nasional ada intruksi khusus untuk membentuk lembaga yang mengawasi Pemilu,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pada pemilu tahun 2019 lalu, beberapa anggotanya dari internal KAMMI melakukan pengawalan terhadapa proses Pemilu hingga ke daerah-daerah pegunungan yang ada di Kabupaten Gowa.

“Artinya ini adalah komitmen anak mudah dan saya berharap dari Bawaslu dan KPU kedepan kita sama-sama mengawal agenda-agenda kebangsaan kita kedepan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Makassar, M. Farid Wajedi mengatakan, angka pemilih pemula dibawah 21 tahun khusus di Makassar itu di atas 91 ribu dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Makassar sebanyak 967 ribu pemiliu.

“Hampir 10 persen penduduk Makassar itu adalah pemili pemula, belum lagi kalau kita lihat trend demografi anak muda, angka produktif yang dimaksud itu,” ujarnya.

“Kita bisa bikin prediksi bahwa 2020 tahunnya anak muda, artinya 2020 komponen usia yang lebih produktif adalah komponen usia yang mendominasi data pemilih,” tutur Farid. (Hendrik)

Komentar