oleh

Belum Saatnya Bicara Calon, Tapi Membawa Peradaban Bulukumba dalam Politik

BULUKUMBA, INIKATA.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukumba, Andi Muhammad Yusuf Ali angkat bicara soal kondisi politik di Butta Pantita Lopi. Menurutnya, segelintir bakal calon beserta pendukungnya telah melupakan budaya politik yang santun.

Muhammad Yusuf Ali secara terbuka menyerukan untuk merenungkan kematian moralitas dalam politik. Ia merujuk pada tensi politik jelang pilkada yang semakin hangat dengan perilaku politik negatif.

“Sudah saatnya setiap orang membawa diri untuk menghilang dari pusaran perilaku buruk, politik sentimen dan saling serang tanpa menimbang moral budaya. Siapapun orang Bulukumba, termasuk saya harus terlibat dalam seruan ini. Saat ini yang penting adalah untuk menyerukan kesopanan dalam perjalanan kampanye atau seruan politik Pemilukada,” ujarnya dalam sebuah pertemuan dengan beberapa warga masyarakat Bulukumba di Makassar, Jumat (20/3/2020).

Ia mengaku ini berasal dari pengamatannya selama ini terkait tensi politik di Bulukumba. Untuk itu, Muhammad Yusuf Ali berharap agar muncul perilaku politik gagasan yang lebih mengedepankan politk yang bermuatan ideologi, visi dan misi.

“Saya tidak ingin hadir atau disebut-sebut sebatas pada ambisi atau motivasi pribadi untuk target di Pemilukada 2020. Kenapa? menurut saya, politik kita saat sekarang ini membutuhkan dan berharap menemukan tempat ideologisnya. Itu berarti setiap orang Bulukumba mesti terlibat dalam misi ini,” ujar tokoh muda yang disebut-sebut bakal jadi calon potensial.

Meski saat ini namanya telah disebut sebagai salah satu calon potensial, namun ia lebih memilih untuk tidak menitikberatkan persoalan pada urusan calon-mencalonkan, tapi ia lebih menyoroti perilaku dan sikap dalam berpolitik.

“Jika nama saya ikut disebut-sebut sebagai seseorang yang diproyeksi maju bertarung. Maka saya bilang, terima kasih banyak. Tapi mungkin lebih baik saat ini yang kita lakukan adalah belajar bagaimana berperilaku lebih baik, bagaimana kita sebagai politisi, pejabat atau warga bisa kuat membawa beban janji dalam interaksi sosial kita di Bulukumba. Atau Bagaimana kita bisa merasa lebih baik dan lebih kuat dengan sedikit pun merasa tidak terbebani oleh setiap bahasa dan janji yang belum bisa atau tidak kita tunaikan,” kata adik dari Andi Muhtar Yusuf ini.

“Tentu berat bagi saya untuk tidak komentar soal sangat kontrasnya gaya senyum dengan kata-kata dan tindakan saya sendiri. Soal setiap janji yang belum tertunaikan. Ini kan beban, dan karena itu saya memilih menahan diri dulu untuk tidak lebih jauh bicara dan berjanji seputar upaya dan apa yang akan dilakukan,” imbuhnya.

Kata dia, jika nanti namanya tercatat sebagai calon di KPU, maka barulah saat itu ia akan sedikit berbicara terkait visi dan misi untuk menjadikan Bulukumba jauh lebih baik.

“Karena itu, untuk seruan kampanye pemilukada Bulukumba. Dari pada bertanya jadi atau tidaknya saya maju, lebih baik kita menyarankan kepada saya dan setiap orang yang mencalonkan diri untuk membawa peradaban Bulukumba ke dalam politik,” ungkapnya.

Pemuda yang karib dipanggil Andi Ucu ini, kampanye semacam itu jauh lebih baik dibahas dan lakukan. Apalagi kata dia, jika disertai dengan kampanye politik dengan kegagalan-kegagalan kita Bulukumba

“Seruan ini dilakukan tentunya sebagai bagian dari bentuk penolakan warga Bulukumba terhadap ketegasan dan kekerasan bersandiwara ” katanya.

Menurutnya saat ini, dirinya sedang fokus menyerukan kurikulum 2020, sebagai gerakan politik menata komitmen politik yang akan dibawanya nanti.

“Bulukumba tidak akan meninggalkan kesopanan dalam politik, hanya dengan berharap pujian berlebihan terhadap sesuatu yang diluar batas kemampuannya. Itu prinsip dasarnya. Upaya mengumpulkan semangat untuk sampai ke tahapan itu pasti lah kita lakukan. Tapai saat ini kepada keluarga, pendukung, dan jejaring yang sudah kami bentuk, kita telah bersepakat untuk lebih memilih menggambarkan sikap politik sebagai upaya melawan kekerasan ‘sandiwara politik’,” tuturnya.

Sekedar diketahui, nama Andi Mukhtar Yusuf yang tak lain adalah saudara kandung Muhammad Yusuf Ali juga disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon di Pemilukada Bulukumba. “Soal maju atau tidaknya. itu bisa jadi ya, dan bisa jadi juga, bahkan mungkin lebih baik jika Andi Utta yang maju,” tutupnya. (**)

Komentar