oleh

Penularan Corona Meningkat Pesat, Pemerintah Arab Saudi Tutup Masjidilharam

INIKATA.com – ”Kita akan mengalami masa yang sulit.” Kalimat itu menjadi pembuka pidato Raja Salman dari Arab Saudi, Jumat (20/3). Dia mengungkapkan bahwa Covid-19 membuat negaranya mengalami dua pukulan sekaligus. Yaitu, karantina dan harga minyak yang turun drastis. Padahal, ekonomi negara tersebut sangat bergantung pada minyak.

Saat ini, Sabtu (21/3), ada 344 kasus penularan Covid-19 di Arab Saudi dan belum ada korban jiwa. Demi menekan angka penularan, sejak Jumat (20/3) mereka melarang jamaah masuk dan beribadah di Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Sebelumnya Saudi menutup seluruh masjid, tetapi dua situs suci umat Islam tersebut mendapat pengecualian. Mereka juga telah menutup bioskop, pusat perbelanjaan, restoran, membatasi penerbangan, dan menghentikan izin umrah selama setahun penuh. Namun, ketika penularan tidak kunjung turun, muncul kebijakan lain yang lebih ketat.

Saudi Press Agency (SPA) mengungkapkan bahwa mulai hari ini pukul 06.00 semua operasional penerbangan domestik, kereta api, bus, dan taksi dihentikan selama 14 hari. Yang diizinkan hanya penerbangan yang berkaitan dengan kemanusiaan dan kasus penting, pesawat evakuasi medis, dan pesawat pribadi. Namun, ada syaratnya. Kendaraan itu harus mengantongi izin dari otoritas penerbangan sipil setempat. Hal serupa juga berlaku untuk kendaraan darat.

Iran menjadi negara di Timur Tengah yang paling terpukul akibat virus korona. Angka penularan mencapai 19.644 dan 1.433 meninggal dunia. Ada lebih dari 5 ribu orang yang berhasil sembuh dari virus itu, salah satunya adalah perempuan 103 tahun asal Semnan. Biasanya pasien lansia yang kerap menambah daftar korban jiwa. Tapi, nenek centenarian itu adalah anomali.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan Presiden Iran Hassan Rouhani meminta penduduk tetap bersatu untuk menghadapi Covid-19. ”Kelompok medis, dokter, perawat, asisten, manajer, dan staf yang bekerja di rumah sakit sudah membuat pengorbanan,” puji Khamenei.

Sementara itu, Gaza menjadi perbincangan karena hingga kemarin wilayah tersebut bebas Covid-19. Blokade yang diberlakukan Israel membuat Gaza tak tertular. Jika sampai ada virus yang masuk, wilayah itu bakal terpuruk.

Penduduk Gaza sangat padat sehingga memudahkan penularan virus. Sistem kesehatan di wilayah Palestina itu juga sangat buruk.

Meski tidak memiliki kasus penularan, sekolah-sekolah di Gaza sudah ditutup. Sekitar 2.700 orang diisolasi di dalam rumah mereka masing-masing. Sebagian besar adalah mereka yang baru pulang dari Mesir. Gaza bersiap untuk skenario terburuk. (JPC)

Komentar