oleh

Balita Tiga Tahun Dinyatakan Suspek Corona

INIKATA.com – Penyebaran Covid-19 atau korona di Kabupaten Probolinggo meningkat. Setelah satu warga diumumkan suspect korona, Sabtu (21/3), Satgas Percepatan Penanganan covid-19 Kabupaten Probolinggo mengumumkan, suspect korona bertambah satu. Sehingga, sampai Sabtu sore, ada dua warga suspect korona atau PDP (pasien dalam pengawasan).

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pasien yang pertama dinyatakan suspect korona adalah wanita usia 66 tahun asal Kraksaan. Sedangkan pasien suspect korona yang kedua, balita usia 3 tahun asal Kecamatan Dringu. Kini, balita itu tengah menjalani penanganan medis di ruang isolasi RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

dr. Anang Boedi Yoelianto, kepala juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menyampaikan rilis itu, kemarin pada media. Anang mengungkapkan, pasien suspect korona bertambah satu. Jadi total ada dua pasien suspect korona atau PDP.
Balita 3 tahun itu menurutnya, baru datang dari daerah episentrum Surabaya, mengikuti orang tuanya menghadiri undangan pernikahan. Sepulang dari Surabaya, balita ini mengalami gejala batuk, pilek dan sesak nafas. Setelah diperiksa, balita ini dinyatakan PDP.

”Istilah suspect korona dengan PDP itu sama. Suspect korona itu belum ditetapkan positif korona atau negatif korona. Begitu juga PDP,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sementara itu, orang tua balita menurut Anang, ditetapkan sebagai ODP (orang dalam pengawasan). ”Kami juga tetapkan bapak atau orang tua balita itu sebagai ODP, karena mengalami gejala yang sama. Tetapi tidak sampai suspect atau PDP,” terangnya.

Sementara itu, dua pasien suspect korona dirujuk ke rumah sakit rujukan. Satu pasien dirujuk ke RSUD Sidoarjo dan satu lagi ke RS Saiful Anwar Malang.
Namun, belum dapat dipastikan apakah dua pasien suspect itu positif korona atau negatif. Sebab, mereka masih harus menjalani observasi dan tes uji laboratorium di rumah sakit rujukan.

dr. Anang Boedi Yoelianto, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengatakan, sekitar pukul 13.30, pasien suspect korona jenis kelamin wanita usia 66 tahun, dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Sekitar pukul 15.17, pasien sudah tiba di Sidoarjo dan masuk ruang isolasi RSUD setempat.

”Rencananya, Jumat (20/3) malam, pasien suspect Covid-19 itu dirujuk ke rumah sakit rujukan. Tapi pas mau dirujuk dan konfirmasi ke rumah sakit rujukan, ternyata belum siap karena ruangan isolasinya belum siap,” katanya.

Lalu pasien suspect korona, balita 3 tahun asal Dringu, rencananya akan dirujuk ke rumah sakit rujukan di Surabaya. Namun, saat ini pihaknya masih koordinasi untuk kepastian bisa diterima dan kesiapan ruang isolasi di rumah sakit rujukan tersebut. Karena, kondisi yang terjadi di lapangan, antrean untuk rujukan pasien suspect korona cukup banyak.

”Barusan sore saya konfirmasi pasien suspect covid-19 balita usia 3 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, rumah sakit rujukan untuk pasien suspect korona yang ditetapkan Presiden RI di Jatim yaitu ada RS Saiful Anwar Malang dan Surabaya. Kemudian, Gubernur Jatim menetapkan sekitar 44 rumah sakit tipe B untuk dijadikan rumah sakit rujukan penanganan korona.

”Kami juga usulkan ke Pemprov Jatim, untuk menetapkan RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebagai rumah sakit rujukan pengananan Covid-19,” terangnya.

Nanti di rumah sakit rujukan itu, pasien suspect korona akan diobservasi lebih lanjut. Saat hasil uji laboratorium dinyatakan positif, pasien akan tetap ditangani di rumah sakit rujukan tersebut.

”Kalau hasil observasi dan uji lab, dinyatakan negatif Covid-19 atau batuk radang biasa, maka pasien bisa dikembalikan ke RSUD Kabupaten Probolinggo untuk proses pengobatan,” terangnya. (Jpnn)

Komentar