oleh

Klub Swiss Pecat Sembilan Pemainnya, Kenapa?

INIKATA.com – Seandainya Lionel Messi bermain di klub Swiss FC Sion dan menolak gajinya dipotong, bisa jadi pemain terbaik dunia enam kali itu tidak selamat dari pemecatan.

Bagaimana tidak. FC Sion, klub Swiss Super League itu, secara tegas menendang sembilan pemainnya yang menolak rasionalisasi gaji selama pandemi Covid-19.

Tidak tanggung-tanggung, ada sembilan pemain FC Sion yang di-PHK. Mereka adalah kapten-gelandang bertahan Xavier Kouassi, gelandang Pajtim Kasami, gelandang Ermir Lenjani, striker Seydou Doumbia, dan bek kiri Mickael Facchinetti.

Juga, gelandang Christian Zock, bek tengah Birama Ndoye, gelandang Alex Song, dan bek tengah Johan Djourou.

’’Para pemain mengabaikan pesan via WhatsApp yang dikirim sang presiden klub. Presiden meminta gaji mereka dikurangi dengan alasan berstatus penganggur sejak 1 Maret atau ketika Swiss Premier League dihentikan,’’ tulis Blick.Ch.

Presiden Sion Christian Constantin memang dikenal sebagai sosok bertangan besi dalam mengendalikan klub.

Sejak memegang kendali pada 2003, tidak kurang dari 40 pelatih keluar masuk di klub jawara dua kali Swiss Super League tersebut. Termasuk allenatore Napoli Gennaro Gattuso.

Constantin disebut hanya mau membayar kesembilan pemain sejumlah GBP 8.300 (Rp 161,37 juta) per bulan. Gaji tersebut hanya 80 persen dari upah legal minimum di Swiss.

Apa yang dilakukan FC Sion itu sampai ke telinga SAFP (Persatuan Pesepak Bola Swiss).

Kemarin (26/3) SAFP meminta FC Sion segera membereskan masalah pemutusan kerja secara semena-mena itu. Jika diabaikan, SAFP siap membawa masalah tersebut ke Badan Arbitrase UEFA maupun FIFA.

Tindakan tidak populer pada masa pandemi Covid-19 juga dilakukan klub National League (kompetisi level lima Inggris) Barnet FC. Yakni, melakukan PHK terhadap 60 pegawai klub. (Ik/Jawapos)

Komentar