oleh

Penyembuhan Corona, Peneliti Australia Mulai Pengujian Vaksin

INIKATA.com – Harapan dunia akan penyembuhan Corona (Covid-19) secara lebih masif datang dari Australia. Para peneliti dari lembaga ilmu pengetahuan nasional Australia mulai menguji vaksin untuk virus korona.

Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization/CSIRO) pada Kamis (2/4) mengumumkan bahwa mereka telah memulai tahap pertama pengujian di Laboratorium Kesehatan Hewan Australia (Australian Animal Health/AAHL) di Geelong, 75 kilometer sebelah barat daya Melbourne.

Uji coba ini diperkirakan akan memakan waktu tiga bulan dan akan dilakukan pada ferret (sejenis musang) untuk menentukan apakah salah satu dari dua vaksin tersebut aman dan efektif.

“Pengujian kandidat vaksin awal di CSIRO merupakan tonggak penting dalam perjuangan melawan Covid-19, yang terwujud berkat kolaborasi, baik di Australia maupun di seluruh dunia,” kata Larry Marshall, kepala eksekutif CSIRO, dalam rilis media seperti dikutip dari Antara dan Xinhua pada Kamis (2/4).

“Para peneliti CSIRO bekerja sepanjang waktu untuk memerangi penyakit yang memengaruhi banyak orang itu. Baik di AAHL maupun di fasilitas manufaktur biologi kami yang canggih, kami akan terus bekerja hingga virus ini dikalahkan,” tambahnya.

CSIRO dilibatkan untuk menangani korona pada Januari lalu oleh Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI), sebuah organisasi global yang berfokus pada pengembangan vaksin.

Selain menguji keefektifannya, CSIRO juga akan mengevaluasi cara terbaik pemberian vaksin.

Sekalipun terbukti efektif dan aman, butuh waktu 12 hingga 18 bulan sebelum bisa meluncurkan vaksin tersebut di seluruh dunia.

Versi laboratorium dari SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, Januari lalu dipindahkan dari Melbourne ke AAHL.

“Kami mempelajari SARS-CoV-2 sejak Januari dan bersiap menguji kandidat vaksin pertama segera setelah tersedia,” kata Direktur AAHL Trevor Drew.

“Kami secara hati-hati menyeimbangkan antara bekerja cepat dengan kebutuhan keselamatan yang sangat penting dalam respons untuk darurat kesehatan publik global ini,” tambahnya. (Antara/Jawapos)

Komentar