oleh

Tes Kedua, Donald Trump Dinyatakan Negatif Covid-19

INIKATA.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai merasakan kekhawatiran akan wabah virus Korona. Tak hanya karena warganya yang sudah mencapai 245.442 dinyatakan positif, juga kesehatannya. Trump kembali melakukan tes untuk memastikan dirinya sehat atau terpapar virus Korona.

Trump bisa bernapas lega karena pada tes kedua hasilnya negatif Covid-19. Trump menjalani tes kedua virus Korona pada Kamis (2/4) menggunakan proses diagnosis terbaru yang bisa mengeluarkan hasil dengan cepat.

“Saya rasa saya melakukan tes ini betul-betul karena penasaran ingin mengetahui seberapa cepat prosesnya,” kata Trump, yang juga mendapat hasil negatif pada tes yang dia jalankan bulan lalu setelah melakukan kontak dengan pejabat Brasil yang terpapar corona.

Pejabat Gedung Putih menjelaskan bahwa Trump menjalani tes yang baru dirilis oleh perusahaan kesehatan asal AS, Abbott Laboratories, yang hasilnya bisa keluar dalam waktu 15 menit atau bahkan kurang.

Di sisi lain, dengan kasus infeksi virus Korona di AS yang semakin melonjak tinggi, Trump menyebut masyarakat AS bisa menggunakan masker jika diperlukan. “Jika masyarakat ingin menggunakan masker, silakan pakai,” ujar Trump.

Salah satu anggota gugus tugas virus Korona AS, dr. Deborah Birx, mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sedang memasukkan rekomendasi terkait masker dalam panduan perlindungan yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri.

Dia menyebut hal itu sangat penting agar masyarakat tidak mendapat keamanan semu dengan menganggap diri mereka sudah terlindungi dari virus hanya karena telah mengenakan masker, padahal ada banyak cara lain infeksi terjadi.

Sementara itu, masker pelindung bagi para tenaga medis akan dipasok ke Kota New York, yang saat ini menjadi episentrum virus Korona di AS dengan lebih dari 47.000 jumlah kasus positif.

Penasihat senior pemerintahan yang juga anggota gugus tugas virus Korona, Jared Kushner, menyebut akan mengirimkan sebanyak 200.000 masker N-95 ke jaringan rumah sakit pemerintah di New York hingga bulan depan. (Antara/Jawapos)

Komentar