oleh

Soal Kesehatan Kim Jong Un, Trump Tuding CNN Bikin Laporan Palsu

INIKATA.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyangsikan pemberitaan CNN tentang kesehatan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dalam kondisi buruk. Presiden berlatar belakang pengusaha itu justru menyebut CNN membuat laporan palsu.

“Aku dengar mereka (CNN, red) menggunakan dokumen lawas. Itulah yang aku dengar,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (23/4).

Menurutnya, laporan itu salah. “Aku harap itu adalah laporan yang salah,” tegasnya.

Trump melontarkan pernyataan soal itu setelah dua hari sebelumnya menyatakan bahwa AS tidak mengetahui kebenaran laporan tersebut dan mengharapkan Jong-un baik-baik saja. Oleh karena itu Trump sekali lagi menegaskan bahwa berita soal kesehatan Jong-un dalam kondisi buruk adalah laporan yang salah.

“Saya mengira laporan itu dikerjakan oleh jaringan yang tak benar,” katanya. “Saya pikir itu adalah laporan palsu yang dilakukan CNN.”

Pada Senin lalu (20/4) CNN mengutip pejabat AS yang menyebut Negeri Paklik Sam itu tengah mendalami laporan intelijen tentang Jong-un sedang dalam kondisi bahaya pasca-operasi. Menurut Daily NK, media di Korea Selatan yang dijalankan para pelarian dari Korut, Jong-un dirawat setelah menjalani prosedur kardiovaskular.

Walkin, Trump mengharapkan Jong-un dalam kondisi sehat. Menurutnya, AS punya hubungan baik dengan Korut di bawah kepemimpinan Jong-un.

“Kami memiliki hubungan yang baik dengan Kora Utara. Saya punya hubungan baik dengan Kim Jong-un dan saya berharap dia baik-baik saja,” katanya.

Namun, Trump menolak menjawab ketika ditanya apakah dia sudah menghubungi Jong-un. Presiden ke-45 AS itu juga tak mau membeber kondisi kesehatan Jong-un saat ini.

“Aku tak ingin mengatakannya. Aku tak akan mengatakan itu,” tegasnya.

Sampai saat ini media milik pemerintah Korut juga masih bungkam soal kondisi Jong-un. Korean Central News Agency (KCNA) milik pemerintah Korut justru merilis info bahwa Jong-un baru saja mengirim surat kepada Presiden Suriah Bashar Al-Assad pada Rabu lalu (22/4).

Spekulasi tentang Jong-Un mengemuka setelah putra mendiang Kim Jong-il itu tak terlihat dalam acara tahunan perayaan kelahiran Kim Il-sung di Istana Matahari Kumsusan pada 15 April lalu. Jong-un muncul terakhir kali di depan umum pada 11 April lalu saat memimpin pertemuan Partai Buruh dalam rangka penanggulangan pandemi virus corona.(jpnn)

Komentar