oleh

Dua Stafsus Milenial Mengundurkan Diri, Ini Respon Jokowi

INIKATA.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menerima pengunduran diri Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra ‎dari jabatan Staf Khusus Presiden. Jokowi berharap mereka bisa sukses di bidangnya usai mundur dari Stafsus Milenial.

“Saya telah menerima keputusan pengunduran diri Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra dari jabatan mereka sebagai Staf Khusus Presiden. Dan saya memahami keputusan itu,” ujar Jokowi lewat akun Instagram miliknya @jokowi, Sabtu (25/4).

Jokowi mengatakan dua mantan Staf Khususnya tersebut selama ini telah bekerja dengan baik. Seperti memberikan gagasan-gasannya dalam sistem pelayanan publk. Sehingga Presiden Jokowi mengapresiasi kerja keras mereka selama ini.

“Belva Devara dan Andi Taufan adalah anak-anak muda yang cerdas, memiliki reputasi, serta prestasi yang sangat baik. Selama menjalankan tugasnya bersama staf khusus Iain, mereka telah banyak membantu memberikan gagasan inovasi di berbagai sistem pelayanan publik agar menjadi lebih cepat dan efektif,” katanya.

Jokowi berharap setelah tidak menjadi Staf Khusus lagi mereka berdua bisa sukses di bidangnya masing-masing. “Kendati tidak lagi bersama saya, saya percaya mereka akan sukses di bidang masing-masing, Belva di bidang pendidikan dan Andi Taufan di bidang tekfin keuangan mikro dan usaha kecil,” ungkapnya.

‎Adapun Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyusul setelah sebelumnya Adamas Belva Syah Devara‎ yang mengundurkan diri.

Dua orang Staf Khusu tersebut juga sempat mempunyai polemik. Andi Taufan Garuda Putra pernah menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020 yang ditujukan kepada seluruh Camat di Indonesia. Surat tersebut berisikan tentang kerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Kontroversi timbul ketika PT Amartha Mikro Fintek disebut sebagai perusahaan yang akan bekerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19. Perusahaan tersebut diketahui milik Andi. Dengan kata lain, Andi meneken surat pemberitahuan mengatasnamakan Stafsus Presiden untuk perusahaannya sendiri, dan dititipkan kepada Camat seluruh Indonesia, untuk membantu mencegah dan menanggulangi Covid-19.

Kemudian polemik lainnya adalah pemerintah menggandeng Skill Academy dari Ruangguru sebagai mitra pemerintah untuk program Kartu Prakerja. Namun hal ini menjadi sorotan karena Ruangguru tersebut ‎dimiliki oleh Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Syah Belva Devara. Belakangan, CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara sudah menyatakan pengunduran dirinya sebagai Staf Khusus Presiden‎. Hal ini karena polemik keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja. (JPC)

Komentar