oleh

Dipimpin Firdaus Delwimar, Kejati Dinilai Tak Bertaring Tangani Korupsi

MAKASSAR, INIKATA.com – Sejak jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel beralih dari tangan Tarmizi ke tangan Firdaus Dewilmar, Kejati dinilai semakin tidak punya taring dalam penanganan kasus korupsi.

Direktur Anti Corruption Committee Sulawesi (ACC Sulawesi), Kadir Wokanubun mengatakan, di tengah Wabah Covid-19, penanganan kasus korupsi tak ada yang berjalan dan belum ada tersangka baru yang ditetapkan.

“Malah beberapa kasus yang sedang ditangani menambah rentetan kasus korupsi mandek ditubuh Kejati Sulsel,” ujarnya, Sabtu (2/5/2020).

Ia mengatakan, sejak Kejati Sulse dipimpin oleh Firdaus Dewilmar, tak ada satupun kasus korupsi yang berhasil dituntaskan.

Penanganan kasus kata dia, hanya dibesar – besarkan diawal penyelidikan, namun belakangan hilang begitu saja alias dipeti es-kan.

“Apalagi berbicara kasus-kasus lama yang sebelumnya menjadi pekerjaan rumah. Tak ada satupun diselesaikan malah ada beberapa kabarnya dihentikan diam-diam,” kata Kadir.

Ia melihat komitmen Kejati Sulsel dalam hal pemberantasan korupsi sejak dipimpin Firdaus, jauh merosot ke bawah.

“Dari pengamatan kami sejak Firdaus memimpin, penegakan hukum di sektor pemberantasan korupsi nol besar. Tak ada yang menonjol,” jelas Kadir.

Ia berharap Kejaksaan Agung segera mengembalikan marwah Kejati Sulsel yang sebelumnya dikenal komitmen dalam pemberantasan korupsi.

“Saat rilis peringatan hari anti korupsi sedunia sekaligus sebagai rilis akhir tahun 2019 kemarin, kita sudah bersurat untuk mendorong Kejagung segera evaluasi Kepala Kejati Sulsel, Firdaus Dewilmar karena kinerjanya yang buruk,” ungkap Kadir.

Tak hanya itu, keterbukaan informasi publik di era kepemimpinan Firdaus khususnya terkait penanganan kasus korupsi, tidak berjalan sesuai amanah undang-undang.

Tak hanya persoalan penanganan kasus korupsi, ACC Sulawesi, dimata Kadir juga Kejati Sulsel dibawah kepemimpinan Firdaus tak serius dalam mengejar sejumlah buronan (DPO) perkara korupsi yang terbilang bertahun-tahun belum ditangkap.

“Terkait dengan DPO menjadi tugas yang tidak pemah terselesaikan, Kejati Sulsel seakan tidak berkutik menghadapi koruptor yang menghilangkan diri. Tercatat masih banyak DPO yang berkeliaran,” tutupnya. (Anca)

Komentar