oleh

Potensi Kriminalitas Bakal Meningkat, jika Penyaluran Bantuan Pemkot Belum Maksimal

INIKATA.COM, MAKASSAR –Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat terdampak covid-19 belum juga rampung.

Dari 60 ribu sembako yang disediakan, masih tersisa 43.329 yang belum tersalurkan. DPRD Kota Makassar pun menyesalkan lambatnya bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) tersebut kepada masyarakat, hal ini dinilai dewan dapat berpotensi tingkatkan angka kriminalitas.

Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemer intahan, Nunung Desniar menjelaskan bahwa seharusnya pemerintah lebih intens memikirkan nasib masyarakat yang terdampak covid.

Kebutuhan mereka selayaknya perlu dipenuhi oleh pemkot. Hal ini akan berakibat buruk jika tidak ada pe-
menuhan kebutuhan tersebut, potensi kriminalitas di kota Makassar bisa saja akan meningkat sejalan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat di rumah.

“Mereka tidak memikirkan bahwa masyarakat ini juga berpikir apa yang mereka lakukan adalah benar, karena mereka butuh makan, sekarang ini kita tidak bisa salahkan masyarakat,” katanya.

Nunung mengkritisi langkah pemerintah yang dinilainya lamban dan terkesan tidak siap utamanya dalam penyaluran bantuan tersebut, hal itu dapat dilihat dari belum maksimalnya pendistribusian sembako
dan sosialisasi ke masyarakat hingga hari ini.

Seharusnya kata Nunung, pemerintah perlu lebih jeli melihat situasi dan menyiapkan segala sesuatu dengan matang.

“Pandangan saya pemerintah kota sebenarnya belum siap untuk PSBB karena belum adanya pendistribusian sembako kepada masyarakatkan, trus tingkat keamanan juga masih belum signifikan dan warga seharusnya diberikan edukasi dengan benar,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir menyebut lambatnya penyaluran akibat verifikasi data penerima banyak dobel dobel.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ismail Hajiali menuturkan secara umum evaluasi PSBB di perbatasan dinilai tertelah sesuai dengan rencana selama sepekan terakhir.

“Walaupun di sana sini secara utuh belum maks, kalau ada saran di jalan protokol setiap saat dilakukan pagi sampe sore itu teman-teman Satpol-PP, Dinas Perhubungan hingga, TNI-Polri lakukan di jalan penghibur, sudirman di jalan bandang dilakukan.

Adapun kalau ada secara fakta ada berboncengan, itu dilakukan tapi semua ini akan dimaksimalkan ke depan,” kata Ismail. (fajar/nra/icl)

Komentar