oleh

Presiden PKS Minta Jokowi Jelaskan Maksud “Berdamai dengan Corona”

INIKATA.com – Pernyataan Presiden Joko Widodo dalam cuitan akun Twitter pribadinya @jokowi mendapat sorotan dari Presiden PKS M. Sohibul Iman.

Dia mengaku heran dengan pernyataan bernada pesimisme yang diungkapkan oleh Kepala Negara dalam menghadapi pandemik Covid-19.

“Maaf Pak @jokowi apa makna “berdamai dengan virus” itu? Mohon penjelasan,” ujar mantan pimpinan DPR ini dalam akun @msi_sohibuliman ambil menautkan twitan Jokowi, Jumat (8/5).

Menurut Sohibul Iman, statemen ini masuk kategori pasrah dan kalah. “Kalau mau bikin kategorisasi, statemen ini masuk kategori: “pernyataan kalah perang?” Atau “sikap pasifisme?” Atau “kata-kata filosofis?” Atau “kepasrahan karena ruwet?” ujarnya. “Selamat ibadah Ramadhan Pak, semoga sehat selalu,” sambung Sohibul Iman menambahkan.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan, hingga saat ini memang belum ditemukan vaksin Covid-19. Karena itu, semua pihak diharapkan harus hidup berdamai dengan corona.

“Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan. Sejak awal pemerintah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, bukan lockdown. Dengan PSBB, masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi dibatasi,” kata Jokowi.

Menurut Sohibul Iman, pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu penuh filosofi. Namun jika merujuk pada filosofi Jawa, istilah berdamai dengan musuh dalam hal ini virus corona, lama kelamaan akan mati dilibas keganasan virus.

“Konon dalam filosofi Jawa ada ungkapan, “Dipangku mati”. Artinya musuh yang kuat sekalipun kalau dirangkul (diajak damai?), lambat laun dia akan lemah dan mati. Tapi kalau yang kita rangkul itu virus corona, yang lambat laun lemah dan mati itu virus atau kita ya?” tutupnya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin telah menjelaskan maksud Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat berdamai dengan Covid-19.

Bey mengungkapkan, maksud berdamai dengan corona sebagaimana dikatakan Jokowi itu adalah menyesuaikan dengan kehidupan. Artinya, masyarakat harus tetap bisa produktif di tengah pandemik.

Pernyataan Jokowi ini sempat mendapat sorotan di media sosial. Pasalnya, pernyataan tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Negara dalam pertemuan virtual KTT G20 pada Maret lalu. Saat itu, Jokowi mengajak negara-negara anggota G20 untuk “perang” melawan corona. (RMOL)

Komentar