oleh

Anggaran Bantuan Covid-19 di Bulukumba Diduga Dikorupsi Rp 400 Juta

BULUKUMBA, INIKATA.com – Tim Tipikor Polres Bulukumba menemukan potensi korupsi kerugian negara pada anggaran bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19 di Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba.

“Untuk sementara, hasil penyelidikan Tim Tipikor ditemukan adannya potensi kerugian negara mencapai Rp 470 juta,” ungkap Kapolres Bulukumba AKBP, Gany Alamsyah saat silaturahmi bersama awak media, Kamis (21/5/2020.

Pihaknya menduga ada mark up, dari anggaran sebesar Rp 1,9 miliar yang bersumber APBD Bulukumba.

“Diduga terjadi mark up anggaran oleh pihak dinas sosial yang bekerjasama pihak ketiga. Beberapa saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini, menunjukkan beberapa indikasi mark up anggaran pada pengadaan barang,” ungkapnya.

Padahal, kata Gany, pembelian beberapa item barang dapat di maksimalkan, namun hal tersebut  dimanfaatkan oknum Dinsos meraup untul keuntungan.

“Contohnya, pembelian mie perbungkus seharga Rp 3000, kalau 10 bungkus harganya Sudah Rp 30.000, padahal beli 1 dus harganya perbungkus hanya Rp 1.800,  kenapa tidak beli satu dus ,kok belinya perbungkus,” ujar Ganny.

Lanjutnya, dugaan korupsi ini ada pada pengadaan barang, antara pihak dinsos dan pihak ketiga.
Walaupun, kata dia, ada perjanjia tentang harga kedua bela pihak, namun diduga ada niat jahat dari oknum.

“Pimpinan di Polda Sulsel telah melakukan kontak dan meminta dilakukan atensi, karena sangat disayangkan ditengah pandemi masih ada orang yang ingin bermain,” kata Gany

Untuk mengetahui kepastian kerugian negara, Polres Bulukumba masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Makassar. (Dirman)

loading...

Komentar