oleh

44 Positif Covid-19 di Maros Sembuh, Satu Diantaranya Balita 1,5 Tahun


MAROS, INIKATA.com – Sebanyak 44 pasien positif Covid-19 di Maros dinyatakan sembuh. Data itu berdasarkan update terakhir pada Selasa(02/06) malam.

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 kabupaten Maros dr Syarifuddin, jumlah warga yang terpapar covid-19 sebanyak 68 orang. Namun selama sepekan ini, jumlah pasien yang sembuh semakin banyak dari hari ke hari. 

“Dari 68 pasien yang terpapar covid-19, Alhamdulillah sudah ada 44 orang diantaranya yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan, baik secara isolasi mandiri, maupun ditangani oleh medis di Rumah sakit,” jelasnya kepada wartawan.

Salah satu pasien yang dinyatakan sembuh adalah balita perempuan berusia 1,5 tahun yang beralamat du Dusun Paranggi, Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung.

Dia menjelaskan, balita tersebut dinyatakan sembuh oleh tim medis setelah menjalani isolasi mandiri di rumahnya bersama enam orang anggota keluarga lainnya yang juga terpapar Covid-19. 

“Di rumahnya ada 8 orang anggota keluarga. Enam orang diantaranya terpapar covid-19, dan dua orang lainnya adalah Orang Dalam Pengawasan (ODP). Tapi semuanya sudah dinyatakan sembuh dan yang ODP juga sudah selesai pemantauannya. Jadi semuanya sudah sembuh,” terangnya kemudian.

Dia menambahkan, pasien bayi tersebut masuk dalam klaster bandara. Pasalnya sejak dilakukan tracking di keluarga tersebut, ternyata ditemukan ada salah seorang yang bekerja di bandara. Selain itu pasien sama sekali tidak menunjukkan gejala. 

“Dikeluarga tersebut yang paling pertama ketahuan adalah neneknya yang menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah hasilnya positif, maka petugas gugus selanjutnya memeriksa dan mentracking seluruh anggota keluarga, hingga diketahui ada yang bekerja aktif di bandara, dan juga terpapar covid,” terangnya. 

Untuk kabupaten Maros kata dia, ada beberapa klaster covid-19. Namun yang paling banyak adalah klaster umrah dan klaster bandara. 

“Ada beberapa klaster, diantaranya, klaster perjalanan dari luar kota, klaster bandara, klaster umroh dan klaster tempat perbelanjaan di Makassar. Yang paling banyak itu adalah klaster umrah. Tapi Alhamdulillah semua klaster umrah sudah sembuh semua. Satu orang diantaranya meninggal dunia,” ujarnya.(sir)

loading...

Komentar