oleh

Partai Demokrat Lanjutkan Tradisi Baik Mencari Pemimpin Daerah

MAKASSAR, INIKATA.com – Partai Demokrat Sulawesi Selatan terus mempertahankan tradisi baik dalam mencari pemimpin di daerah.

Salah satu tradisi baik yang berlanjut tersebut adalah melakukan fit and proper test kepada setiap bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Partai Demokrat.

Fit and proper test tidak hanya untuk menguji kemampuan calon dari sisi visi dan visinya, tapi juga kesiapan dan keseriusannya menghadapi pilkada 2020.

Sebab, pilkada kali ini akan berlangsung dalam situasi pandemi covid-19. Dengan demikian, dalam situasi pandemi, akan ada tahapan pilkada yang berlangsung secara tidak normal.

Meski demikian, Pilkada 2020 juga menjadi ujian bagi semua pihak. Baik penyelenggara, peserta, maupun masyarakat. Khusus kandidat, pilkada dalam situasi pandemi juga menjadi ujian keseriusan untuk bertarung.

“Fit and proper test ini penting kami lakukan untuk mengecek kesiapan dan keseriusan kandidat yang ingin bertarung dan sudah mendaftar di Partai Demokrat,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, H Ni’matullah.

Menurut dia, fit and proper test akan berlangsung hingga 10 Juni 2020. Tadinya, dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juni 2020.

Dengan melihat situasi, diperkirakan bisa berlangsung lebih cepat, sehingga cukup sampai 10 Juni 2020.

“Alhamdulillah, Pandemi covid ini sepertinya juga membantu Partai Demokrat melakukan seleksi calon. Terbukti, dari 80 pendaftar untuk 12 kabupaten/kota, hanya separuhnya yang sudah mengkonfirmasi kesiapan untuk hadir mengikuti fit and proper test,” jelasnya.

Uji kepatutan dan kelayakan Partai Demokrat digelar paralel dengan menggunakan dua ruangan. Setiap kandidat diberi waktu selama 60 menit untuk menyampaikan visi misi.

Mereka diuji tim penjaringan yang dibentuk DPD Partai Demokrat di bawah kendali Badan Pemenangan Pemilu Daerah (BPPD).

Selain mempertahankan tradisi baik, menurut Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, pilkada 2020 juga penting untuk menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan ini baik-baik saja. Meski ada pandemi covid-19 tetapi proses demokrasi juga tetap berjalan.

“Ini penting supaya kita semua tidak makin terpuruk dalam pandemi ini,” jelasnya. (Hendrik)

loading...

Komentar